Subdit Jatanras Polda Sumsel Bekuk Begal Taksi Online

iNews TV, MNC Media · Kamis 17 Desember 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 610 2329583 subdit-jatanras-polda-sumsel-bekuk-begal-taksi-online-fJ83WaG4jP.jpg Pelaku pembegalan sopir taksi online ditangkap. Foto: Firdaus/iNews TV

PALEMBANG - Subdit Jatanras Polda Sumatra Selatan berhasil menangkap satu dari dua pelaku pembegalan sopir taksi online yang menggegerkan warga Palembang, pada bulan September lalu. Pelaku ditembak kakinya, karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Pelaku pembegalan yang diketahui bernama Megi alias Rian (25), sempat kabur ke Pulau Jawa, dan beralih profesi menjadi sopir. Pelaku pembegalan yang menusuk dada korban ini mengaku, menggunakan aplikasi orang lain untuk melakukan pemesanan taksi online. Pelaku memang sudah berniat untuk melakukan pembegalan.

(Baca juga: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Palembang)

Pembegalan pada 18 September 2020 tersebut, terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku pembegalan menggasak kendaraan korban di Jalan Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Pelaku pembegalan mengaku sengaja mengincar sopir taksi online yang akan mereka begal.

Saat diperiksa petugas, Megi mengaku saat kejadian duduk di depan samping sopir. Dirinya yang menusuk dada kiri korban menggunakan senjata tajam. Sedangkan rekannya yang duduk di belakang menusuk leher korban, dan memukul kepala korban.

Kedua pelaku pembegalan berhasil membawa mobil korban, sedangkan korban berhasil menyelamatkan diri setelah terjatuh dan berhasil keluar dari mobil. Dalam keadaan terluka parah, korban berlari dan meminta tolong kepada petugas keamanan SPBU yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban pembegalan , Rian Adiguna (31) menderita luka tusuk di dada kiri, dan leher, serta luka bacok di bagian kepala. Akibat kejadian ini, korban juga harus menjalani operasi untuk menutup luka di bagian dadanya.

Dihadapan petugas, Megi mengaku usai melakukan pembegalan sempat kabur ke Pulau Rimau, Banyuasin, Sumatra Selatan, namun setelah polisi berhasil mendapatkan kendaraan korban, dia langsung kabur ke Jakarta ,dan menjadi sopir angkot.

(Baca juga: Tim Bantuan Hukum Dampingi Saksi dari FPI di Polda Jabar)

Kanit II Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan, Kompol Bakhtiar menyebutkan, modus yang digunakan pelaku pembegalan adalah dengan melakukan pemesanan taksi online menggunakan aplikasi yang diduga palsu. Kedua pelaku memesan dari Jalan Soak Simpur, Sukarami, Palembang, tujuan Hotel Twin Star Palembang.

"Di tengah jalan, pelaku pembegalan mengaku ketinggalan dompet dan meminta untuk kembali. Setibanya di Jalan Noerdin Pandji kedua pelaku beraksi melakukan pembegalan, dan berhasil membawa kabur kendaraan korban," terangnya. Saat ini, satu pelaku masih buron dan dalam perburuan anggota Jatanras Polda Sumatera Selatan. Bakhtiar menjelaskan, pelaku yang tertangkap ini merupakan otak angksi pembegalan.

Anggota Jatanras Polda Sumatera Selatan, berhasil menemukan kendaraan korban pembegalan bernomor polisi BG 1216 BC, sepekan setelah kejadian pembegalan. Mobil tersebut ditemukan di dalam hutan di Desa Pilip 3, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Cat mobil telah di rubah dari putih menjadi hitam.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini