Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Maul Dwi Muchtadhi, Belajar Disiplin dan Mencapai Target saat Magang

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2020 |09:40 WIB
Maul Dwi Muchtadhi, Belajar Disiplin dan Mencapai Target saat Magang
Foto: Dok Pribadi
A
A
A

Di samping adanya kerja sama tersebut, saat duduk di bangku SMA, Maul bercita-cita menjadi seorang insinyur di bidang maritim. Dikarenakan saat menjadi ketua OSIS SMAN 1 Giri Banyuwangi, Maul mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Koarmatim. “Saat itu, saya diajak masuk ke dalam PT PAL Indonesia dan melihat pembangunan kapal yang bagi saya itu adalah hal yang sangat luar biasa. Saya juga bertemu salah satu insinyur las hebat saat ada materi yang dipaparkan. Beliau adalah doktor las yang bernama Dr. Ir. M. Zaed Yuliadi, M.Sc. Kebetulan beliau adalah instruktur saya saat training welding inspector di LSP Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, suatu kebetulan yang luar biasa dapat bertemu lagi sosok yang memberikan saya keinginan dan motivasi untuk mempelajari ilmu perkapalan dan pengelasan,” ungkap anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Komisi Kontrol (2018-2019).

Maul mengaku ingin mewujudkan keinginan almarhum ibunya agar bisa menjadi seorang individu yang belajar tentang dunia maritim, khususnya di bidang perkapalan. Namun, pada saat ujian masuk perguruan tinggi saya mengalami kegagalan. “Saya tidak menyerah dan mencoba mengulang ujian masuk tahun depan. Motivasi dari ayah, kakak, keluarga besar dan sahabat-sahabat menjadi motivasi agar tidak jatuh dalam jurang keputusasaan. Alhamdulilah saya masuk salah satu kampus terbaik di Indonesia, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,” ungkapnya.

Pada saat awal masuk magang, Maul belajar di Divisi Kapal Perang, mengambil proses produksi. Tujuannya agar dapat mengetahui segala proses suatu produk terbuat. Selain itu, agar memahami apabila terjadi suatu permasalahan. Dirinya bisa tahu apa awal penyebabnya. “Dikarenakan output program studi saya adalah Welding Inspector, salah satu tanggung jawab WI adalah mengawasi before, during and after welding, belajar diproduksi tempat yang tepat untuk belajar before and during. Mengapa demikian ? Agar suatu saat nanti saya bisa memberikan solusi apabila saat saya sudah terjun di dunia kerja yang nyata, bukan hanya bisa menyalahkan apabila ditemukan suatu permasalahan atau discontinuity,” katanya.

Saat diproduksi, Maul belajar di departemen Hull Contruction dan belajar di 3 bengkel, yaitu bengkel las 1, bengkel alumunium, dan bengkel cat. Suatu pengalaman yang luar biasa dapat belajar diproduksi yang kebetulan juga pada saat magang, PT. PAL Indonesia sedang mengerjakan kapal pesanan milik TNI AL. Setelah belajar satu bulan di Divisi Kapal Perang, Maul kemudia belajar di Devisi Jaminan Kualitas. “Di sini ilmu inspeksi yang saya pelajari di bangku kuliah saya terapkan. Dikarenakan banyak kegiatan inspeksi yang saya ikuti dan saya pelajari saat saya beajar di Divisi Jaminan Kualitas. Untuk ilmu After Welding, Divisi Jaminan Kualitas adalah tempat yang tepat untuk mempelajarinya. Saat di Divisi Jaminan Kualitas, saya belajar di departemen QA&QC Bangunan Kapal Baru, yang di mana saya ikut para QC memeriksa kapal yang sedang ada diproses produksi. Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk menyinambungkan apa yang saya pelajari saat magang di PT. PAL Indonesia,” ungkapnya.

Apakah pekerjaan selama magang sesuai dengan yang diajarkan di kampus? “Alhamdulilah kurikulum di PPNS selalu update tentang dunia industri, maka dari itu ilmu yang saya pelajari di magang sesuai dengan ilmu yang diajarkan di kampus. Meskipun seperti itu sangat banyak sekali ilmu baru yang saya pelajari di tempat magang, yang tidak saya pelajari di kampus,” ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement