Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rencana Mengerikan Dewan Revolusi jika Gerakan 30 September Berhasil

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |04:00 WIB
Rencana Mengerikan Dewan Revolusi jika Gerakan 30 September Berhasil
Demo Bubarkan PKI/ist
A
A
A

JAKARTA - Siaran Radio Republik Indonesia (RRI) mengumumkan nama Dewan Revolusi, pada tepat pukul 07.20 WIB, 1 Oktober 1965, atau sehari pasca-peristiwa  Gerakan 30 September 1965. Dalam pengumuman itu disampaikan bahwa Dewan Revolusi mengambil inisiatif melaksanakan G30S PKI dikomandani oleh Letkol Untung Sutopo.

Untung yang pernah menumpas pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera Barat merupakan Komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno.

“Sejumlah jenderal telah ditangkap dan alat komunikasi penting-penting serta obyek-obyek vital lainnya sudah berada dalam kekuasaan Gerakan 30 September,” demikian siaran RRI seperti dikutip dari buku ‘Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar’, Jumat (2/10/2026).

Gerakan Dewan Revolusi ditujukan kepada Dewan Jenderal yang oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) dituding sebagai sekumpulan perwira tinggi Angkatan Darat yang tidak loyal kepada Bung Karno.

Dewan Jenderal bahkan dicurigai hendak melakukan kudeta. Dalam siaran RRI sehari pasca G30S PKI, Dewan Revolusi juga menyatakan, untuk mencapai tujuannya Dewan Jenderal berencana melakukan pamer kekuatan.

Pasukan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat akan didatangkan ke Jakarta tepat pada momentum perayaan hari ulang tahun ABRI 5 Oktober 1965. Kudeta akan dilaksanakan pada saat kekuatan militer berkonsentrasi di Jakarta. 
Untuk mencegah hal itu, Letkol Untung melalui Dewan Revolusi dinilai telah mengambil langkah tepat, yakni melakukan Gerakan 30 September.

Lantas apa langkah lanjutan Dewan Revolusi pasca G30S PKI? Secara tegas Dewan Revolusi menyatakan, tindakan kepada Dewan Jenderal di Jakarta akan diikuti tindakan lain di seluruh Indonesia.

Dewan Revolusi akan mengambil tindakan serupa kepada semua yang dianggap sebagai kaki tangan serta simpatisan Dewan Jenderal di daerah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement