Oknum Anggota Polda Bali Jadi Tersangka, Diduga Peras PSK Online

Miftachul Chusna, Koran SI · Senin 21 Desember 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 340 2331482 oknum-anggota-polda-bali-jadi-tersangka-diduga-peras-psk-online-ll9Ztc4Crj.jpg Prostitusi online.(Foto:Dok Okezone)

DENPASAR - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan mengatakan, Briptu RCN pelaku dugaan pemerasan terhadap pekerja seks komersial (PSK) online ditetapkan sebagai tersangka.

"Per hari ini statusnya sebagai tersangka, dia kini ditahan di Rutan Polda Bali." ujar Kombes Pol Dodi Rahmawan, ketika dihubungi, Senin (21/12/2020).

Dia menjelaskan, Briptu RCN ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan berdasarkan alat bukti yang cukup.

Polisi yang bertugas di bagian identifikasi itu dikenakan pasal 368 dan 369 KUHP tentang pemerasan disertai dengan pengancaman. Untuk ancaman hukuman maksimalnya empat tahun.

Baca Juga: Mengintip Penampilan Artis TA saat Ditangkap karena Kasus Prostitusi Online

Seperti diberitakan, seorang PSK online berinisial MIS (21) melapor ke polisi karena telah diperas oleh oknum anggota korps baju coklat.

Baca Juga: Artis TA Terjerat Prostitusi Online, Polisi Tangkap 3 Muncikari

MIS adalah pekerja hotel di Kuta, Badung, yang sejak tiga bulan lalu dirumahkan oleh manajemen hotel akibat dampak pandemi COVID-19.

Karena desakan ekonomi, perempuan asal Denpasar ini lalu mencoba masuk ke dunia prostitusi online dengan membuka open BO (booking online) lewat aplikasi Mi Chat.

Dugaan pemerasan bermula ketika MIS digerebek saat sedang melayani tamu di tempat indekosnya di kawasan Denpasar Selatan, Selasa (15/12/2020) lalu.

Cewek bertato kaget setengah mati saat pintu kamar kosnya didobrak. RCN lantas mengaku polisi yang bertugas mengungkap prostitusi online. Ia pun menunjukkan kartu tanda anggota Polda Bali.

Dalam penggerebekan itu, RCN melepaskan tamu MIS. Dia lantas mengunci pintu kamar dan menginterogasi MIS. Di kamar itu, RCN minta layanan seksual.

RCN juga merampas IPhone MIS dan uang Rp350 ribu. Dia juga meminta uang tebusan sebesar Rp1,5 juta untuk IPhone korban.

Tidak berhenti di situ. RCN juga minta jatah layanan seksual bulanan dan uang bulanan sebesar Rp500 ribu. Jika korban menolak, RCN mengancam akan memerintahkan teman-temannya yang sudah berada di depan kos untuk menangkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini