Menindaklanjuti laporan warga, Komandan Kompi (Danki) COB Bendera Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya mendapat perintah langsung dari Komandan Satgas (Dansatgas) Indo RDB Kolonel Inf Daniel Lumbanraja untuk mempimpin tim patroli yang berjumlah 40 orang.
"Patroli ini bermaksud untuk melaksanakan pencarian secara intensif tentang keberadaan enam warga yang diculik," ungkap Lilia.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim patroli mendapatkan informasi dari kepala Desa Kitupa bahwa pelaku perampokan dari kelompok yang sama, yaitu Aigle Alelluya di bawah pimpinan Kalinde Takataka. Tim patroli pun berhasil mengetahui kontak Kalinde Takataka.
Dibantu oleh eks milisi dari kelompok yang sama, proses negosiasi dimulai dengan permintaan uang tebusan sebagai jaminan dilepaskannya enam sandera tersebut.
Baca Juga: Satgas TNI Konga Damaikan Pertikaian Dua Suku di Republik Demokratik Kongo
Dantim Patroli Mayor Inf Vijaya berusaha memberikan pengertian dan pemahaman bahwa hal yang dilakukan para penyandera adalah tidaklah benar.
Mayor Inf Vijaya menawarkan pilihan untuk bekerja sama dengan baik. MONUSCO dalam hal ini Satgas Indo RDB akan memfasilitasi salah satu program PBB, yaitu memberikan lapangan pekerjaan seperti para eks milisi yang sudah menyerahkan diri dan bergabung menjadi masyarakat sipil.
"Upaya negosiasi yang alot dan panjang membuahkan hasil baik. Dantim Patroli dapat menyadarkan para penyandera dan menunjukkan keberadaan warga sipil yang di sandera. Dengan sigap, tim patroli bergerak menuju lokasi yang telah disebutkan, kemudian melakukan pembebasan para sandera dengan aman dan selamat. Selanjutnya keenam warga sipil tersebut diserahkan kembali kepada keluarganya yang berada di desa Crispin," tuturnya.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.