Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sindir Rizieq, Yusril: Kenapa Gak Minta Bantuan ke Prabowo, Saya kan Murtad dan Kafir!

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Selasa, 22 Desember 2020 |15:31 WIB
Sindir Rizieq, Yusril: Kenapa Gak Minta Bantuan ke Prabowo, Saya kan Murtad dan Kafir!
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sedang bertarung untuk melepaskan dirinya dari jeratan hukum. Dia telah mendaftarkan gugatan praperadilan.

(Baca juga: Laporkan Munarman, Kiai Zaenal Arifin: Ulama Sudah Gerah dengan Kelakuannya!)

Habib Rizieq sendiri dijerat Pasal 160 dan 216 KUHP. Pasal 160 KUHP berisi tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra meluruskan pemberitaan bahwa dirinya menolak menjadi kuasa hukum bagi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).

Yusril mengatakan, memang beberapa pihak baik secara langsung menelepon, via WA atau tidak langsung di berbagai grup WA relatif banyak yang meminta kepada dirinya agar membela HRS sebagai pengacaranya.

(Baca juga: Serba-Serbi Istana Kepresidenan: Ada "Apartemen" Burung hingga Pohon Berusia Ratusan Tahun)

"Saya jawab bahwa sebagai advokat saya tidak bisa menawarkan jasa kepada seseorang. Advokat itu harus pasif. Dia baru bisa membela atas permintaan ybs (yang bersangkutan) atau keluarganya," ujar Yusril dalam pesannya melalui Sekjen PBB yang diterima MNC Media, Selasa (22/12/2020).

Adapun terkait dengan utusan Ustadz Bachtiar Nasir, Yusril mengaku dirinya diminta untuk membelanya, bukan meminta agar membela HRS. Ulama yang akrab disapa UBN itu meminta dirinya menjadi pembela karena sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya.

"Dalam acara internal PBB (Mukernas V PBB) pertengahan Desember ini, dalam pengarahan saya kepada jajaran partai, saya jelaskan keengganan saya membela beberapa tokoh sebagaimana banyak dimintakan kepada saya," ucap Yusril.

Dia melanjutkan, dahulu banyak ormas-ormas Islam, tokoh-tokoh Islam maupun Nasionalis, warga masyarakat yang dizalimi yang tak segan ia bela mulai dari Kampung Luar Batang sampai ke berbagai daerah.

"Semua saya bela sukarela. Tetapi jika kesusahan sudah berlalu, mereka lupa. Itu kenyataannya," ungkapnya.

Sementara itu lanjut dia, menjelang Pemilu, Yusril merasa dirinya mulai dizalimi dan dicaci maki. Bahkan ada yang mengatakan dirinya sudah murtad dan kafir.

"Mereka teriak-teriak melalui medsos, melalui jaringan streaming tv mereka, melalui spanduk dan lain-lain mengajak untuk menenggelamkan PBB. Semua gara-gara saya tidak mau mendukung Prabowo Subianto. Neno Warisman bahkan mengatakan, mungkin orang tidak akan menyembah Allah lagi kalau Prabowo kalah dalam Pilpres," ungkapnya.

Karena itu kata Yusril, ketika banyak yang meminta bantuan ke dirinya, ia pun balik bertanya: mengapa tidak minta bantuan Prabowo Subianto? Saya kan anda bilang sudah murtad dan kafir.

"Beliau Menhan dan anak buah Presiden Jokowi, tentu beliau bisa membantu. Saya sampai sekarang berada di luar pemerintahan dan tidak menjadi anak buah siapa-siapa. Masa minta bantuan sama orang yang anda anggap murtad dan kafir seperti saya," tutur Yusril.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement