Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Yoshihide Suga menolak memberlakukan kembali keadaan darurat nasional dengan alasan akan merusak bisnis negara.
“Kami perlu melihat hasil penanggulangan virus korona kami sejauh ini,” kata Suga dalam wawancara televisi pada Senin (21/12).
“Saya akan menjadi ujung tombak upaya dan melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan,” tambahnya.
Secara nasional, tercatat 2.647 kasus baru dan 620 orang tercatat dalam kondisi serius. Jumlah kematian nasional akibat Covid-19 melewati ambang 3.000 pada hari yang sama. Angka kematian mencapai lebih dari 800 di bulan Desember saja, naik tajam dari 382 di November.
Jumlah total infeksi di seluruh Jepang hingga saat ini melampaui jumlah 200.000 jiwa pada Senin (21/12). Peningkatan tajam terjadi di orangtua yang menjadi perhatian khusus otoritas kesehatan.
(Susi Susanti)