"Bagi Muhammadiyah memangku jabatan di pemerintahan bukanlah masalah besar (is not a big deal), karena Muhammadiyah cukup mandiri dan otonom utk menjadi mitra strategis dan kritis pemerintah, dalam suatu sikap proporsional: siap mendukung pemerintah jika baik dan benar, dan tak segan-segan mengritik serta mengoreksi jika salah, menyimpang atau menyeleweng," ucap Din.
Sebagaimana diketahui, mulanya beredar nama Sekum PP Muhammadiyah akan dilantik menjadi Wamendikbud. Namun belakangan, nama Mu'ti menghilang. Presiden Jokowi pun hanya melantik lima wakil menteri saja.
Untuk mengklarifikasi hal itu, Abdul Mu'ti membenarkan jika dirinya memutuskan tidak bergabung dalam kabinet setelah melalui berbagai pertimbangan.
"Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," katanya, kemarin.
Mu'ti mengakui telah dihubungi Mensesneg Pratikno dan Mendikbud Nadiem Makarim. Ia pun menyatakan siap bergabung jika diberi amanah.
Namun setelah mengukur kemampuan diri, Mu'ti berubah pikiran dan tidak menerima tawaran tersebut. "Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," tutupnya.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.