Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bunga Baru Ditemukan di Pecahan Amber, 100 Juta Tahun Setelah Berbunga

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 26 Desember 2020 |05:30 WIB
Bunga Baru Ditemukan di Pecahan Amber, 100 Juta Tahun Setelah Berbunga
Foto: Daily Mail
A
A
A

MYANMAR - Spesies bunga baru ditemukan dalam pecahan amber di Myanmar 100 juta tahun setelah berbunga.

Bunga langka ini akhirnya mendapatkan momennya di bawah sinar matahari, hampir 100 juta tahun setelah mekar.

Para peneliti di Oregon State University telah mengidentifikasi spesies baru angiospermae, atau tumbuhan berbunga, dari Periode Kapur, yang diawetkan dalam pecahan amber yang ditemukan di Myanmar.

Dijuluki Valviloculus pleristaminis, bunga ini masih satu keluarga dengan laurel dan terkait dengan sassafras blackheart yang ditemukan di Australia.

Myanmar dan Australia terbelah lebih dari 4.000 mil lautan. Namun pada saat bunga ini terbungkus resin, mereka adalah bagian dari benua super yang dikenal sebagai Gondwanaland.

Penemuan V. pleristaminis menunjukkan bahwa lempeng benua itu terpisah dari Gondwanaland jauh lebih lambat dari teori sebelumnya.

“Ini bukan bunga Natal tapi indah, terutama mengingat itu adalah bagian dari hutan yang ada hampir 100 juta tahun yang lalu,“ terang George Poinar Jr., ahli paleontologi di Departemen Biologi Integratif OSU.

(Baca juga: Unik, Sinterklas Tunggangi Gajah Berikan Hadiah Masker)

“Bunga jantan kecil, sekitar 2 milimeter, tetapi memiliki sekitar 50 benang sari tersusun seperti spiral, dengan kepala sari mengarah ke langit,” ujarnya, dikutip Daily Mail.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement