JAKARTA - Direktur Indonesia Government and Parliament Watch (IGPW), M Huda Prayoga mengatakan, bergabungnya Sandiaga Salahuddin Uno ke dalam Kabinet Indonesia Maju memiliki sisi positif dan negatif.
Sisi positifnya, kata Huda, kehadiran Sandi di kabinet akan sangat membantu pemerintah dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) yang memang sangat terdampak oleh pandemi saat ini.
"Minusnya adalah soal hilangnya trust para pendukung Sandi sendiri," ucap Huda saat dihubungi MNC Media, Minggu (27/12/2020).
Baca Juga: Sandiaga Sambangi Wishnutama, Netizen Gagal Fokus dengan Gaya Duduk Sandiaga
Sandi merupakan mantan rival Jokowi di Pilpres 2019. Ia bersama Prabowo Subianto 'terjungkal' Dalam pesta demokrasi kemarin itu. Alhasil, keduanya memutuskan bergabung ke dalam rezim sang petahana.
Huda melanjutkan, Sandi merupakan simbol oposisi yang ada saat ini. Ketika elite Gerindra itu memutuskan masuk kabinet, maka wajar jika ia akan mendapatkan kekecewaan dari pendukungnya. Akumulasi kekecewaan tersebut, sedikit banyaknya akan berpengaruh pada elektabilitasnya di 2024 nanti.
"Sandi sebagai mantan rival Jokowi di Pilpres dikenal sebagai salah seorang tokoh oposisi, sehingga wajar banyak yang kecewa ketika dia memutuskan untuk bergabug ke kabinet. Kita bisa baca dan melihat gejala kekecewaan tersebut di media sosial, ini tentu merugikan bagi Sandi soal elektabilitas," tutur Huda.