Arkeolog Temukan Jejak Jajanan Kaki Lima Berusia 2.000 tahun

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 29 Desember 2020 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 18 2335110 arkeolog-temukan-jejak-jajanan-kaki-lima-berusia-2-000-tahun-frjn1qHPjl.jpg Foto: CNN

ROMA - Warung camilan kuno yang ditemukan di Pompeii, menampilkan lukisan dinding cerah dan jejak jajanan kaki lima berusia 2.000 tahun.

Arkeolog di Pompeii, kota yang terkubur dalam letusan gunung berapi pada 79 Masehi, telah membuat penemuan luar biasa. Arkeolog ini berhasil menemukan toko makanan dan minuman panas fresco yang menyajikan makanan jalanan kuno yang setara dengan orang-orang Romawi yang lewat.

Dikenal sebagai termopolium, bahasa Latin untuk konter minuman panas, toko itu ditemukan di situs taman arkeologi Regio V, yang belum dibuka untuk umum, dan diresmikan pada Sabtu (26/12) lalu.

Jejak makanan berusia hampir 2.000 tahun itu ditemukan di beberapa toples terra cotta dalam berisi makanan panas yang diturunkan penjaga toko ke dalam meja dengan lubang melingkar.

Bagian depan konter dihias dengan lukisan dinding berwarna cerah. Beberapa menggambarkan binatang yang menjadi bagian dari bahan makanan yang dijual, seperti ayam dan dua ekor bebek yang digantung terbalik.

“Ini penemuan yang luar biasa. Ini pertama kalinya kami menggali seluruh termopolium,” ujar Direktur taman arkeologi Pompeii, Massimo Ossana, dikutip Reuters.

Arkeolog juga menemukan mangkuk minum perunggu berdekorasi yang dikenal sebagai patera, toples keramik yang digunakan untuk memasak semur dan sup, termos anggur, dan amphora.

(Baca juga: Jurnalis yang Melaporkan Puncak Wabah Virus Covid-19 di Wuhan Dipenjara 4 Tahun)

Pompeii, yang terletak 23 kilometer tenggara Napoli, adalah rumah bagi sekitar 13.000 orang ketika terkubur di bawah abu, kerikil batu apung dan debu karena menahan kekuatan letusan yang setara dengan banyak bom atom.

“Analisis awal kami menunjukkan gambar yang digambar di bagian depan konter, mewakili, setidaknya sebagian, makanan dan minuman yang dijual di sana,” terang antropolog situs Valeria Amoretti.

Amoretti mengatakan jejak daging babi, ikan, siput, dan daging sapi telah ditemukan di dalam wadah. Dia menyebut penemuan ini sebagai kesaksian atas berbagai macam produk hewani yang digunakan untuk menyiapkan hidangan.

Sekitar dua pertiga dari kota kuno seluas 66 hektar telah ditemukan. Reruntuhan tidak ditemukan sampai abad ke-16 dan penggalian terorganisir dimulai sekitar 1750.

Menurut dokumentasi langka kehidupan Yunani-Romawi, Pompeii adalah salah satu atraksi paling populer di Italia dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini