Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Risma Ajak Warga Kolong Tol Pluit Jualan Pecel Lele

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 30 Desember 2020 |20:51 WIB
Risma Ajak Warga Kolong Tol Pluit Jualan Pecel Lele
Mensos Tri Rismaharini (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) kembali blusukan. Pada hari ini, Rabu (30/12/2020) ia menemui warga yang menjadi penghuni bawah tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara. Dalam kunjungan ini ia ditemani Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Harry Hikmat.

Risma memberikan motivasi kepada warga agar memiliki semangat memperbaiki taraf hidup, seraya menawarkan program pemberdayaan.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mempersilakan para pria penghuni bawah tol untuk meneruskan profesi sebagai pemulung. Kepada ibu-ibu akan diajari membuka usaha mikro.

Risma menawarkan ibu-ibu untuk mengolah warung lele dimana peternakaannya dan bibit lelenya sudah dikelola di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) “Pangudi Luhur” Bekasi.

“Bapak-bapak enggak apa-apa cari uang tetap menjadi pemulung. Nanti, ibu-ibu kita ajari cari uang. Di belakang itu ada lele (halaman belakang BRSEGP “Pangudi Luhur”) nanti kita buat pecel lele. Atau buat yang lain. Nanti kita bisa jual, ya," ucap Risma dikutip dari siaran pers resmi Kemensos kepada Okezone.

"Kemarin itu di Balai “Pangudi Luhur” itu di pinggir jalan gede. Nanti aku yang ngresmikan. Ya. Penjenengan percoyo lek aku sing ngresmikan lak akeh sing tuku (Anda semua percaya saja, kalau saya yang meresmikan akan banyak yang membeli),” sambungnya.

Baca Juga : Pengakuan Anak Polisi yang Ayahnya Tewas Bunuh Diri: Saat Kejadian Saya Tidur, Kaget Dengar Tembakan

Risma juga menyapa anak-anak. ”Ayo anak-anak harus jadi anak pinter. Nanti ibu kasih beasiswa ya. Buktikan kalau kalian bisa menjadi sukses meskipun saat ini menjadi penghuni kolong tol,” katanya.

Kepada warga setempat, Risma menekankan bila mau merubah nasib memang harus melalui pendidikan. Risma menyatakan, telah melakukan langkah-langkah serius dan nyata untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu selama menjadi Wali Kota Surabaya.

Seperti anak pemulung tukang batu, tukang tambal, tukang pijat. “Mereka sudah banyak yang menjadi sarjana. Nanti saya berikan beasiswa. Nanti saya beli barang-barang yang dikumpulkan ini. Saya ini ibunya pemulung,” katanya.

Kepada warga ia menyatakan alasannya mengapa perlu datang ke lokasi ini, semata-mata untuk mengajak mereka merubah nasib.

“Silakan saja ‘saya ini pemulung bu’. Nanti saya siapkan pulungannya. Aku sing njaluk (saya yang minta). Nanti saya carikan sampah kementerian untuk penjenengan. Tapi tempatnya tidak di sini pak, karena tidak sehat. Nanti saya berikan tempat, penjenengan lihat dulu. Iku onok omah apik-apik pak (itu ada rumah bagus-bagus pak). Kosong. Aku yo isin (saya ya malu) pak. Iku onok kamare, onok ruang tamune (ada kamarnya, ada ruang tamunya),” kata Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengajak berdiskusi perwakilan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang hadir di lokasi kunjungan. Risma berencana melibatkan mereka untuk menjangkau pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Blusukan dan menemui gelandangan dan pemulung juga dilakukan Risma di hari pertama berdinas, Senin lalu. Seperti gaya kepemimpinannya saat menjabat Wali Kota Surabaya, Risma berdialog dengan seorang pemulung di jembatan, tepatnya di Fly Over Pramuka, Jalan Pramuka Sari II. Risma juga turun ke bawah jembatan menyusuri bantaran kali. Ia menyampaikan lagi tawarannya agar mereka sudi berubah nasib.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement