Persetujuan itu dilakukan ketika negara itu menggelar kampanye untuk memvaksinasi 50 juta orang sebelum liburan Tahun Baru Imlek Februari mendatang. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing, anak perusahaan pemerintah Sinopharm.
Perusahaan itu mengumumkan, Rabu, data pendahuluan dari uji coba tahap terakhir menunjukkan, vaksin itu memiliki efektivitas 79,3 persen. Bukti akhir keefektifannya akan bergantung pada publikasi lebih banyak data.
Baca Juga: Potret Suasana Malam Tahun Baru di Jakarta Sebelum dan Sesudah Covid-19 Mewabah
Sinopharm adalah satu dari setidaknya lima pengembang China yang secara global bersaing membuat vaksin untuk virus yang telah menewaskan lebih dari 1,8 juta orang itu.
Persetujuan bersyarat berarti bahwa penelitian masih berlangsung, dan lembaga-lembaga pengawas dapat meminta lebih banyak data keamanan dan efektivitas terkait populasi tertentu dengan profil kesehatan yang berbeda, kata Tao Lina, mantan ahli imunologi pemerintah, pada konferensi pers itu.