Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Nakes RI Divaksin Covid-19 di Inggris, Efek Samping yang Dirasakan Hanya Pegal Linu

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 02 Januari 2021 |05:26 WIB
Cerita Nakes RI Divaksin Covid-19 di Inggris, Efek Samping yang Dirasakan Hanya Pegal Linu
Diyah Mustikaning Pitha Prawesti Tenaga kesehatan RI yang bekerja di Inggris disuntik vaksin Covid-19 (Foto: BBC Indonesia)
A
A
A

Montgomery mengatakan banyak orang yang melanggar karantina, tidak mempedulikan protokol kesehatan, termasuk tidak memakai masker dan jaga jarak.

Ia menyebut orang-orang yang tidak mempedulikan protokol kesehatan ini "tangannya berdarah", karena bertanggung jawab atas penyebaran.

Peningkatan kasus harian di Inggris mencapai lebih dari 53.000 kasus pada (29/12), dengan angka okupansi rumah sakit juga melonjak.

Saat ini rumah sakit di Inggris merawat lebih dari 20.400 pasien, menurut data layanan kesehatan Inggris (NHS). Jumlah tersebut lebih tinggi dari 19.000 pasien pada puncak pertama April tahun lalu.

Penasehat pemerintah dari badan sains Inggris memperingatkan karantina wilayah perlu diperketat untuk mencegah "bencana."

Lonjakan penyebaran varian baru virus corona ini menunjukkan Inggris memasuki "tahap baru pandemi yang sangat berrbahaya," menurut Prof Andrew Hayward, anggota badan penasehat pemerintah untuk penyakit pernafasan akibat virus, New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (Nervtag).

Hayward mengatakan kepada Program Today BBC Radio 4, "Kita perlu mengambil langkah awal yang menentukan, langkah nasional untuk mencegah bencana pada Januari dan Februari."

Dua bulan di awal tahun ini adalah puncak musim dingin di belahan bumi utara.

Sementara itu ketua NHS Inggris, Simon Stevens, mengatakan dalam kondisi yang seperti ini para petugas medis "kembali berada di tengah badai".

Ia mengatakan bagi tenaga kesehatan, 2020 adalah "tahun terberat" dengan pasien parah Covid-19 yang dirawat berjumlah sekitar 200.000 orang.

Peningkatan "50% penularan varian baru berarti pembatasan yang dilakukan sebelumnya dan berhasil, tidak akan berjalan sekarang, jadi pembatasan level 4 perlu atau lebih tinggi dari itu," tambahnya.

Sejak 20 Desember lalu, London dan sebagian Inggris ditetapkan dalam pembatasan kategori 4 (tier 4) atau yang tertinggi.

Melalui pembatasan ini, warga tak dibolehkan melakukan perjalanan, kecuali untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat sangat khusus.

Pembatasan diterapkan menyusul penemuan varian baru virus corona dengan tingkat penyebaran 70% lebih cepat dari virus corona yang dikenal selama ini.

Ancaman gelombang ketiga Covid-19

Sejak terdeteksi di Inggris, varian baru ini juga ditemukan di setidaknya 20 negara lain, termasuk sebagian besar Eropa, serta di Asia, Jepang dan Korea Selatan. Di banyak negara, varian baru ini terdeteksi pada mereka yang baru kembali dari Inggris.

Varian baru juga ditemukan di Amerika Serikat pada pemuda berusia 20 tahun, namun pemuda ini disebutkan tidak melakukan perjalanan.

Data dari Kementerian Kesehatan Inggris menunjukkan sejak vaksinasi diluncurkan awal Desember lalu, baru sekitar 600.000 orang yang divaksin.

Untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19, .Inggris perlu meningkatkan vaksinasi menjadi dua juta kali dalam seminggu

Peringatan ini tercantum dalam artikel ilmiah London School of Hygiene and Tropical Medicine yang didistribusikan bersama badan penasehat sains pemerintha, Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE).

Regulator kesehatan Inggris Rabu (30/12) menyepakati vaksin buatan Universitas Oxford bekerja sama dengan AstraZaneca.

Pemerintah Inggris telah memesan 100 juta dosis dari AstraZeneca sehingga dapat dipakai untuk memvaksinasi 50 juta orang.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan kepada BBC, vaksin tersebut akan mulai didistribusikan pada Senin (04/01).

"Kami punya vaksin ini dalam jumlah yang cukup guna memvaksinasi seluruh populasi—100 juta dosis. Tambahkan dengan 30 juta dosis Pfizer dan itu cukup bagi seluruh populasi untuk menerima dua dosis masing-masing," kata Hancock.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement