AMERIKA SERIKAT – Nama Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden AS terpilih Kamala Harris menjadi nama yang paling banyak didengung-dengungkan.
Duet Joe Biden dan Kamala Harris banyak dinanti-nanti. Beberapa pemuja mereka berharap “duet maut” ini akan memberikan harapan dan jawaban terhadap banyak persoalan.
Menurut rencana, pelantikan keduanya akan dilakukan pada 20 Januari mendatang. Setelah itu, banyak yang penasaran apa dan bagaimana gebrakan kebijakan yang akan dilakukan keduanya.
Melalui situs web lengkap dan saluran media sosialnya: BuildBackBetter.com dan @ transisi46 di Facebook, Twitter, dan Instagram, keduanya sempat memberikan beberpaa clue perihal agenda kepemimpinan mereka nanti.
“Selama berbulan-bulan, tim transisi telah meletakkan dasar bagi pemerintahan Biden-Harris yang potensial, sehingga Joe Biden dan Kamala Harris dapat mulai mengambil tindakan atas masalah kritis yang dihadapi negara kita,” ungkap tim transisi, dikutip NBC News.
(Baca juga: Kaleidoskop 2020: 10 Momen Penting Mengubah Asia Selain Virus Corona)
“Krisis yang kita hadapi sangat parah - dari pandemi global hingga resesi ekonomi hingga ketidakadilan rasial hingga krisis iklim. Pekerjaan kami berlanjut dengan kecepatan penuh hari ini,” lanjutnya.
Di berbagai kesempatan, Biden mengatakan pihaknya berjanji akan menyelesaikan berbagai persoalan besar di negara. Seperti ekonomi, perawatan kesehatan dan ketidaksetaraan ras.
Berikut beberapa gebrakan kebijakan yang akan diambilnya.
• Covid-19
Ini menjadi titip perhatian hampir semua negara. Termasuk AS. Biden memberikan perhatian lebih ke masalah vaksin yang sudah mulai didistribusikan. Selain itu, dia juga meminta tindakan lebih lanjut.
Salah satunya adalah mengangkat pakar penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci. Fauci akan mengkoordinasikan semua hal terkait penanganan Covid-19.
Biden telah menyerukan untuk memberlakukan mandat masker nasional, memanfaatkan Undang-undang Produksi Pertahanan untuk meningkatkan produksi tes Covid-19 dan alat pelindung diri (APD) secara dramatis.
Tidak hanya itu, dia juga menciptakan Korps Pekerjaan Kesehatan Masyarakat AS untuk memobilisasi setidaknya 100.000 orang Amerika yang menganggur untuk melawan virus corona.
Dari sisi anggaran, Biden akan membuat anggaran sebesar USD25 miliar (Rp353 triliun) untuk penelitian dan distribusi vaksin. Ini dilakukan agar setiap orang memiliki akses ke vaksin.