Share

Kongres AS Bersidang, Trump Akan Mati-matian Berupaya Gagalkan Kemenangan Biden

Anton Suhartono, Okezone · Selasa 05 Januari 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 18 2339174 -pwHdLpXVj7.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

DALTON - Donald Trump menegaskan akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan jabatan kepresidenan Amerika Serikat (AS). Satu peluang terakhir Trump adalah sidang yang digelar Kongres pada Rabu (6/1/2021) di mana hasil penghitungan suara elektoral oleh Electoral College akan dikonfirmasi. Sidang tersebut akan dipimpin Wakil Presiden Mike Pence.

Trump juga mengimbau anggota parlemen dari Partai Republik untuk membalikkan kemenangan Joe Biden dalam sidang tersebut dengan menolak hasil akhir. Berdasarkan penghitungan suara elektoral yang diumumkan pada Desember lalu, Biden unggul dengan memperoleh 302 suara elektoral sedangkan Trump 236.

BACA JUGA: Tambahkan 'Awoman' di Akhir Doa, Anggota Kongres AS Buat Orang Terheran-heran

Dalam pidato di hadapan pendukungnya saat kampanye pemilihan anggota Senat putaran kedua di Georgia, Senin (4/1/2021) malam, Trump menegaskan Biden tak akan mudah begitu saja merebut kemenangan. "(Joe Biden) Tak akan mendapatkan Gedung Putih," ujarnya, dikutip dari Associated Press, Selasa (5/1/2021).

Sementara itu Wapres Mike Pence yang merupakan orang dekat Trump berada di bawah tekanan untuk memberikan hasil yang bisa menyenangkan partner-nya itu.

“Saya berharap wakil presiden yang hebat akan mendukung kita. Dia pria yang hebat. Tentu saja, jika dia tidak berhasil, saya tidak akan begitu menyukainya lagi. Tidak, Mike adalah orang hebat," kata Trump, berkelakar.

Di sisi lain Pence akan diawasi dengan sangat ketat saat dia memimpin sidang Kongres.

BACA JUGA: Baru Dipilih, Anggota Kongres AS Berjanji Bawa Pistol ke Parlemen

"Saya berjanji kepada Anda, pada Rabu, kita akan menjalani hari kita di Kongres," ujar Pence. Dalam kesempatan sebelumnya di Washington, Trump juga mendesak anggota parlemen dari Republik untuk menolak hasil konfirmasi penghitungan suara elektoral dalam sidang di Kongres pada Rabu.

Namun Trump menghadapi gejolak di internal partai, banyak di antara mereka yang mendesaknya agar menerima kekalahan, meskipun ada pula yang memberikan dukungan untuk terus berjuang.

Trump berkali-kali diperingatkan, upaya untuk mempermasalahkan hasil pilpres AS hanya akan merusak kepercayaan warga AS terhadap demokrasi di negara itu.

Sejauh ini belum jelas bagaimana kekuatan Partai Republik di Kongres, berapa yang mendukung dan akan menolak. Hal yang jelas, di atas kertas, upaya untuk menjegal kemenagan Biden akan gagal total.

Di hari yang sama Trump akan menggelar acara di dekat Gedung Putih.

Trump berkali-kali mengatakan pilpres AS 2020 diwarnai kecurangan masif, meskipun tak didasarkan oleh bukti yang kuat. Pengadilan di beberapa negara bagian juga menolak tuduhan itu.

Mantan Jaksa Agungn William Barr juga menegaskan tidak ada bukti kecurangan yang bisa mengubah hasil pilpres AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini