Lumpuh dan Malnutrisi, Anak 7 Tahun Berat Badan 7 Kg Hanya Meringkuk di Ranjang RS

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 06 Januari 2021 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 18 2339853 lumpuh-dan-malnutrisi-anak-7-tahun-berat-badan-7-kg-hanya-meringkuk-di-ranjang-rs-VMnwmMoXOb.jpg Foto: Reuters

SANAA – Sungguh menyayat hati nasib anak berusia tujuh tahun ini. Dia mengalami lumpuh dan kekurangan gizi parah.

Faid Samim hanya bisa berbaring meringkuk di ranjang rumah sakit di ibu kota Yaman, Sanaa.

β€œDia hampir pergi ketika dia tiba tapi alhamdulillah kami bisa melakukan apa yang diperlukan dan dia mulai meningkat. Dia menderita CP (cerebral palsy) dan malnutrisi parah,” terang dokter pengawas bangsal malnutrisi rumah sakit Al-Sabeen, Rageh Mohammed, dikutip Reuters.

Tidak seperti anak-anak seusianya, Faid hanya memiliki berat badan tujuh kilogram. Dengan bentuk tubuhnya yang kecil dan rapuh hanya membutuhkan seperempat selimut rumah sakit yang terlipat.

Untuk sampai di rumah sakit, keluarganya harus melakukan perjalanan dari Al-Jawf, 170 kilometer utara Sanaa, melalui pos pemeriksaan dan jalan rusak.

Karena tidak mampu membayar pengobatan atau perawatan, keluarganya sangat bergantung pada sumbangan para dermawan.

Dokter Mohammed mengatakan kasus malnutrisi sedang meningkat dan orang tua yang miskin terpaksa bergantung pada kebaikan orang asing atau bantuan internasional untuk merawat anak-anak mereka.

(Baca juga: Kewalahan Diduga Kehabisan Oksigen di ICU, Dokter Terkulai Lemas di Sudut Bangsal)

Kelaparan tidak pernah diumumkan secara resmi di Yaman. Selama enam tahun berperang elah membuat 80% warganya bergantung pada bantuan orang lain. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Peringatan PBB pada akhir 2018 tentang kelaparan yang akan datang mendorong peningkatan bantuan. Tetapi pembatasan virus corona, pengurangan pengiriman uang, bencana banjir, dan kekurangan dana yang signifikan akibat pandemi dan pembatasan Covid-19 semakin memperburuk kelaparan.

Seperti diketahui, perang di Yaman yang melibatkan koalisi pimpinan Saudi untuk memerangi gerakan Houthi yang berpihak pada Iran terus bergejolak sejak 2015.

Perang ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan membuat negara itu hancur. Houthi menguasai Sanaa dan sebagian besar pusat kota utama. (sst)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini