Pramugari Tewas Diduga Diperkosa Bergilir, Tersangka Membantah dan Mengaku Gay

INews.id, · Rabu 06 Januari 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 18 2340103 pramugari-tewas-diduga-diperkosa-bergilir-tersangka-membantah-dan-mengaku-gay-gzbw5rIObL.JPG Chritine Angelica Decera (Foto: Instagram)

MANILA - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap pramugari Philippines Airlines di City Garden Hotel, Kota Makati, Manila, Filipina, masih diselidiki kepolisian. Polisi menetapkan 11 pria sebagai tersangka pemerkosaan dan pembunuhan perempuan bernama Christine Angelica Dacera (23) itu.

Menurut polisi, tidak semua tersangka merupakan orang yang dikenal korban melainkan hanya tiga yang merupakan teman dekat.

Satu dari 11 tersangka, Gregorio de Guzman, memberikan keterangan mengejutkan kepada media, membantah terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan perempuan berparas manis itu. De Guzman menyebut dirinya gay sehingga tak mungkin berhubungan seksual dengan korban.

De Guzman mengungkap pria lain yang ditetapkan tersangka juga gay sehingga tuduhan polisi tak kuat.

"Saya tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan. Saya tidak pernah terangsang oleh perempuan, selalu pria. Banyak yang bisa memberikan kesakisan tentang itu," kata De Guzman, kepada ABS-CBN.

Dia menyebut Dacera sebagai sosok yang supel sehingga bisa dekat dengan siapa saja, apalagi dengan gay.

Baca Juga: Pramugari Tewas di Hotel Usai Pesta Tahun Baru, Diduga Diperkosa Bergilir Teman-temannya

"Dia suka bergaul dengan kami, LGBT. Dia nyaman dengan kami. Sepanjang waktu dia benar-benar nyaman dengan kita semua. Semua dari mereka gay," ujarnya.

Tuduhan adanya pemerkosaan muncul berdasarkan hasil pemeriksaan yakni ditemukan luka robek dan sperma pada alat kelamin korban.

Selain itu tubuh korban dipenuhi luka gores dan memar.

Sebelumnya kepala kepolisian Makati Harold Depositar mengatakan, sebagian besar dari tersangka tidak dikenal korban.

Hasil autopsi menunjukkan kematian Dacera disebabkan aneurisma aorta atau pecahnya pembuluh darah.

Depositar melanjutkan, aneurisma bisa disebabkan aktivitas sangat berat dan tingkat toksisitas alkohol yang tinggi.

"Yang pasti, ada kekuatan yang ditimbulkan pada tubuhnya karena kami menemukan memar di kaki dan lutut, serta ada luka gores di paha," ujarnya.

Polisi juga menemukan sperma di beberapa bagian kamar mandi hotel.

Keluarga korban mendesak polisi melakukan autopsi kedua karena mengklaim pemeriksaan pertama tidak lengkap. Mereka menduga Dacera juga keracunan dari minuman saat pesta Tahun Baru itu.

Pengacara keluarga, Brick Reyes, mengatakan, korban kemungkinan dibius dan dianiaya sebelum meninggal.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini