KNKT Limpahkan Penyelidikan Temuan Serpihan Pesawat Antariksa ke LAPAN

Sigit Dzakwan, iNews · Rabu 06 Januari 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 340 2340098 knkt-limpahkan-penyelidikan-temuan-serpihan-pesawat-antariksa-ke-lapan-c4s593eLJW.jpg KNKT serahkan penyelidikan temuan serpihan pesawat antariksa di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ke LAPAN (Foto: Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan lanjutan penyelidikan temuan sejumlah serpihan pesawat antariksa milik China di Dusun Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) akan diteruskan pihak Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN).

Hal ini disampaikan investigator KNKT, Masruri saat menggelar konferensi pers di kantor UPBU Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada Rabu 6 Januari 2020 siang. “Karena KNKT hanya membidangi pesawat komersil dan milik TNI Polri di Indonesai, untuk pesawat antariksa tupoksinya di LAPAN,” ujar Masruri saat konferensi pers didampingi sejumlah pejabat berwenang di Pangkalan Bun, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: Malam Ini Petugas Cek Penemuan Serpihan Bangkai Pesawat yang Diduga Milik AirAsia 

Ia melanjutkan, terkait kelanjutannya akan disampaikan pihak Lapan yang akan tiba di Pangkalan Bun pada Kamis esok. “Lebih detailnya besok menunggu tim dari LAPAN.”

Terpisah, Peneliti Bidang Astronomi/Astrofisika, Pusat Sains Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengatakan, tim LAPAN yang akan ke Pangkalan Bun adalah pewakilam dari LAPAN Pontianak Kalbar.

“Nanti Pak Kuncoro Wisnu, Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Pontianak yang akan ke Pangkalan Bun Kamis esok. Saat ini, tim dari LAPAN Pontianak sedang melakukan rapid test sebelum berangkat sore ini. Besok (kamis) pagi/siang akan tiba di Pangkalan Bun,” ujar Rhorom saat dikonfirmasi MNC Media.

Sebelumnya, orang tim investigator KNKT Pusat tiba di Bandara Iskandar Pangkalam Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Rabu 6 Januari 2020 sekitar pukul 10.30 WIB. Dua orang tersebut adalah Apib K Wahyu Wiwing Prayogi investigator penerbangan KNKT dan Masruri tenaga ahli KNKT.

Mereka datang menggunakan pesawat komersil Wings Air setelah sempat transit di Semarang dari Jakarta dan langsung masuk ke kantor perhubungan udara UPBU Bandar Iskandar Pangkalan Bun. “Mau koordinasi terkait temuan benda yang diduga bangkai pesawat. Kalian sudah tahu lah kita datang ke sini mau apa,” jawab singkat Apib kepada awak media saat tiba di Bandara Iskandar.

Baca Juga:  Kronologi Jatuhnya AirAsia QZ8501

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Kalteng menemukan serpihan benda yang diduga bangkai pesawat di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat

"Benda yang ditemukan berbentuk setengah tabung dengan panjang sekitar delapan meter dan berdiameter sekitar lima meter. Bahan dari serpihan ditemukan adalah fiber, hanecom alumunium atau sejenis plat alumunium," kata Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan di Palangka Raya, berdasarkan rilis resminya, Rabu, 6 Januari 2021.

Hendra menuturkan, barang temuan pendukung lainnya berupa elektrik plak dengan kode YF 19-46TJa WFC, kode YF 19-46TJa WFC2, plak tanpa kode ada dua jenis, diduga elektrik selenoid kode BLS-300C 34-1 19C serta serpihan Hanicom dari alumunium, serpihan fiber itu bagian dari pesawat terbang.

Sebab, kata Hendra, ada logo atau lambang pada sisi luar benda berbentuk bintang dan berwarna kuning serta di sisi sebelahnya berlogo bintang seperti bekas terbakar dengan tulisan CNSA dikelilingi gambar padi.

CNSA bisa merupakan singkatan dari China National Space Administration, yaitu badan antariksa nasional China yang bertanggung jawab untuk program luar angkasa nasional dan bertanggung jawab untuk perencanaan dan pengembangan kegiatan luar angkasa. Logo CNSA mirip bintang dengan tulisan CNSA yang dikelilingi gambar padi.

Temuan benda tersebut bermula dari salah seorang warga bernama Arfandi yang sedang memancing bersama sanak keluarganya, pada hari Jumat, 1 Januari lalu dan melihat benda yang diduga serpihan bangkai pesawat hingga keesokan harinya, mereka kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan dan ternyata benar.

Kemudian, temuan lainnya di lokasi terpisah dengan jarak kurang lebih sekitar 500 meter dari benda yang diduga bagian dari pesawat berupa pelampung dan wearpack dengan merk YUAN WANG HAI PANAMA. Jadi atas hal itu tim yang mendatangi lokasi tersebut, juga sudah berkoordinasi dengan PT Kumai Sentosa untuk pembuatan posko apabila benar diperlukan.

"Halaman kantor PT Kumai Sentosa dapat dijadikan landing hellypad pada koordinat 3°26,3' S - 111°49' T dengan konstruksi tanah pasir basah dan padat. Jadi hal itu sudah ditindaklanjuti oleh tim," bebernya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga itu menyatakan, di lokasi kondisi pantai dasar lumpur dengan kedalaman 60 - 140 sentimeter pada saat surut terendah. Rute terdekat efektif melalui teluk keramat PT Kumai Sentosa blok 70, selanjutnya lewat saluran irigasi menggunakan klotok milik perusahaan ke blok 77.

"Sedangkan, untuk gelombang radio milik perusahaan 149.600," ungkapnya.

Tim gabungan baik dari Basarnas, Polairud Polda Kalteng, Pos AL Kumai, Satpolairud Polres Kobar, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan wilayah Kalteng dan masyarakat bahu membahu mengamankan dugaan serpihan bangkai pesawat itu di lokasi kejadian.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini