Presiden Prancis dan Istrinya Dikecam Beli Bunga Seharga Rp10,3 Miliar di tengah Pandemi Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Senin 11 Januari 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 18 2342286 presiden-prancis-dan-istrinya-dikecam-beli-bunga-seharga-rp10-3-miliar-di-tengah-pandemi-covid-19-h3plB5pf6y.jpg Foto: Shutterstock

PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte dikecam karena menghabiskan 600.000 euro (Rp10,3 miliar) hanya untuk membeli bunga di Istana Elysee tahun lalu. Padahal istana ini ditutup untuk umum karena pandemi Covid-19.

Ini berarti anggaran bunga mereka hampir lima kali lebih besar dari pendahulunya Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy.

Hollande, yang menjadi kepala negara dari 2012 hingga 2017, menghabiskan 117.153 poundsterling (Rp2,2 miliar) untuk bunga pada 2011. Sedangkan Sarkozy, yang menjadi Presiden dari 2007 hingga 2012, dilaporkan telah menghabiskan 129.770 poundsterling (Rp2,5 miliar).

Publik Prancis disebut-sebut sangat terkejut dengan pengeluaran Presiden, 43, dan Brigitte, 67, pada saat negara itu berjuang untuk pulih dari dampak finansial akibat pandemi virus corona.

Jumlah pengeluaran yang dirilis Agustus lalu ini menunjukkan Istana Elysée memesan bunga senilai 540.709 poundsterling (Rp10,2 miliar).

Tak hanya bunga, Istana juga menghabiskan 18.003 poundsterling (Rp340 jutra) untuk tanaman, 18.000 poundsterling (Rp340 juta) untuk anggrek, 28.837 poundsterling (Rp547 juta) untuk dedaunan dan 360.472 pounsterling (Rp6,8 miliar) untuk memotong bunga yang digunakan untuk membuat karangan bunga.

(Baca juga: Arab Saudi Umumkan Pembangunan Kota "Zero-Carbon" di NEOM)

Politis mencatat anggaran ini empat setengah kali lebih banyak daripada presiden sebelumnya.

Tercatat juga anggaran bunga ini melonjak pada saat Istana Elysée ditutup untuk umum dan sangat sedikit resepsi atau acara yang digelar karena pembatasan Covid-19.

(Baca juga: Jenis Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Pernah Alami 4 Kecelakaan di Dunia)

Warga Prancis mengecam anggaran bunga ini “memalukan” mengingat pandemi virus corona melumpuhkan negara itu tahun lalu.

Para netizen pun menyuarakan keluhan mereka di media sosial (medsos).

“Kami diminta untuk menabung, kami dikenakan pajak lebih banyak, dan dia bersenang-senang,” terang salah satu netizen, dikutip Daily Mail.

“Krisis tidak mempengaruhi semua orang,” cuit pengguna Twitter lainnya.

Sedangkan warganet lainnya bercanda jika Presiden Prancis telah “menganggarkan gaya bebas”.

“Sungguh memalukan, betapa tidak menghormati mereka yang tidak memiliki apa-apa, membuang-buang uang publik,” kecam netizen yang lain.

September tahun lalu diumumkan jika renovasi Kamar Emas Istana Elysée baru-baru ini selama musim panas telah menelan biaya 838.099 poundsterling, yang sebagian besar didanai oleh pembayar pajak Prancis.

Pada 2018, Istana menjadi sasaran kritik setelah surat kabar Le Canard Enchaine melaporkan mereka telah membeli satu set barang pecah belah baru seharga 450.591 poundsterling (Rp8,5 miliar).

Pada saat itu, Istana Elysée merevisi jika harganya mendekati 45.000 poundsterling (Rp854 juta).

Diketahui Pemerintah Macron baru saja menjanjikan 100 miliar euro (Rp1.711 triliun) untuk meningkatkan pemulihan ekonominya. Pemerintah juga menghadapi kritik atas lambannya rezim vaksinasi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini