AS Kembali Masukkan Kuba dalam Daftar Negara Sponsor Terorisme

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 Januari 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 18 2342960 as-kembali-masukkan-kuba-dalam-daftar-negara-sponsor-terorisme-vPDuBKmccg.jpg Havana, Kuba. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DC - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/1/2021) mengembalikan Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme, beberapa hari Presiden Donald Trump lengser. Langkah ini akan mempersulit upaya apa pun oleh pemerintahan Biden yang akan datang untuk mengurangi ketegangan dengan Havana, seperti yang terjadi di era Obama.

Hanya sembilan hari sebelum Trump meninggalkan jabatannya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan Kuba dikembalikan ke daftar tersebut karena telah "berulang kali memberikan dukungan untuk tindakan terorisme internasional" dengan menyembunyikan buronan Amerika Serikat (AS) dan pemimpin pemberontak Kolombia.

BACA JUGA: Kedubes Kuba di AS Ditembaki, Polisi Tahan Seorang Tersangka

Pompeo juga mengutip dukungan Kuba, yang dipimpin pemerintahan Komunis, kepada Presiden Nicolas Maduro, yang menurutnya memungkinkan pemimpin Venezuela itu untuk mempertahankan kekuasaannya dan menciptakan "lingkungan yang permisif bagi teroris internasional untuk hidup dan berkembang di Venezuela."

"Dengan tindakan ini, kami akan sekali lagi meminta pertanggungjawaban pemerintah Kuba dan mengirimkan pesan yang jelas: rezim Castro harus mengakhiri dukungannya terhadap terorisme internasional dan subversi terhadap keadilan AS," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Mengembalikan Kuba ke daftar adalah kemunduran dari peredaan ketegangan yang telah diatur oleh Presiden Barack Obama. Keputusan Obama untuk secara resmi menghapus Kuba dari daftar terorisme pada 2015 merupakan langkah penting untuk memulihkan hubungan diplomatik kedua negara di tahun yang sama.

Diperlukan pertimbangan hukum yang lebih panjang bagi Presiden Demokrat terpilih Joe Biden untuk membatalkan keputusan pemerintahan Trump ini.

BACA JUGA: Kuba Kirim Brigade Medis untuk Bantu Honduras dalam Perang Melawan COVID-19

Trump telah menekan Kuba sejak berkuasa pada 2017, memperketat pembatasan perjalanan dan pengiriman uang AS ke Kuba, dan menjatuhkan sanksi pada pengiriman minyak Venezuela ke pulau itu.

Kuba mengecam keputusan AS tersebut, menyebut penajukan itu sebagai langkah yang ‘munafik’ dan oportunis.

"Kami mengutuk AS mengumumkan penunjukan munafik dan sinis #Cuba sebagai Negara yang mensponsori terorisme," kata Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Twitter. "Oportunisme politik AS diakui oleh mereka yang benar-benar prihatin dengan momok terorisme dan korbannya."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini