Bejat! Pria Paruh Baya Ini Lecehkan Anak dan 2 Cucunya

Jemmy Hendrik, iNews · Selasa 12 Januari 2021 04:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 340 2342803 bejat-pria-paruh-baya-ini-lecehkan-anak-dan-2-cucunya-QlqThoLl01.jpg Kakek ini ditangkap polisi lantaran lecehkan anak dan dua cucunya (Foto : iNews)

BANGGAI - Aksi pelecehan sekusal bapak berinisial AR berusia 60 tahun di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), terbongkar setelah bertahun-tahun dilakukan kepada anak kandungnya sendiri.

Tidak hanya memperkosa, putri kandungnya itu pun melahirkan dua anak. Bahkan, pria paruh baya ini juga melanjutkan perbuatan cabulnya kepada dua cucunya yang dilahirkan dari hasil perbuatan bejatnya pada anaknya itu yang masih berusia 8 dan 10 tahun, pada akhir Desember 2020.

Dia pun tidak berkutik saat jajaran Reskirm Polres Banggai meringkusnya. Usai dilaporkan oleh anak kandungnya ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Pino Ary menyebutkan, perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah ibu dua anak yang menjadi korban pencabulan ini melaporkan ke polisi bahwa anaknya dicabuli oleh bapaknya sendiri.

“Jadi, awalnya ibu dua bocah ini melaporkan pelaku telah melakukan pencabulan, setelah ditelusuri, ternyata ibu dua bocah ini juga adalah anak kandung pelaku yang telah diperkosa sejak bertahun-tahun,” kata Pino.

Polisi yang mendapat laporan itu langsung bergerak menangkap pelaku. “Dalam perbuataan ini memang betul dilakukan oleh pelaku AR dengan berulangkali kepada anaknya. Sedangkan anaknya yang berusia 8 dan 10 hanya sekali beberapa bulan kemarin,” kata Kasat Reskrim Polres Banggai ini.

Dia menyebutkan, perbuatan bejat pria ini leluasa dilakukan karena mengancam akan membunuh anak-anaknya itu. Pelaku juga mengaku hal itu dilakukan karena tidak bisa menahan birahinya.

Baca Juga : Satu Keluarga di Serang Diduga Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182

Saat ini, AR telah mendekam di sel tahanan Polres Banggai dengan ancaman pasal 81 ayat 1 subsider pasal 82 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini