Luar Biasa, Bocah 2 Tahun Sudah Bisa Mencuci, Membuat Teh dan Memasak

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 13 Januari 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343573 luar-biasa-bocah-2-tahun-sudah-bisa-mencuci-membuat-teh-dan-memasak-lzS5J0Jb7i.jpg Foto: Florence Taylor

INGGRISAnak lelaki berusia dua tahun ini bisa melakukan segalanya. Dia bisa menggunakan oven, memotong makanan dengan pisau dapur dan juga membuat teh.

Jax Taylor mampu membuat teh, mencuci dan menyiapkan makanan. Sang ibu, Florence telah mengajari putranya untuk mandiri menggunakan teknik pengasuhan Montessori.

Metode kontroversial ini memberi anak-anak kesempatan untuk belajar dan menjelajahi dunia tanpa banyak gangguan.

Meski orang lain mengganggap metode ini terlalu keras untuk anak kecil, namun sang ibunda mengatakan Jax mandiri dan begitu termotivasi dengan metode itu.

Dia mengatakan saat sang anak melakukan tugas-tugas rumah, hal itu juga memberi keluarga lebih banyak waktu bersama.

“Saya menyukai gagasan tentang putra saya yang mandiri, memotivasi diri sendiri, dan berkembang pada waktunya sendiri dengan caranya sendiri,” terang Florence, dari West Sussex, kepada Mirror.

(Baca juga: 9 Poin Penting tentang Black Box atau Kotak Hitam)

“Ini tentang berada di sana untuk membimbing anak tetapi membiarkan mereka memimpin dalam perkembangannya,” ungkapnya.

“Tidak ada pujian atau hukuman, hanya bimbingan dan konsekuensi alamiah. Ada juga penekanan besar pada apa yang kami sebut pekerjaan praktis yang merupakan kegiatan sehari-hari seperti mencuci, mencuci, dan DIY,” jelasnya.

(Baca juga: Facebook Tak Akan Buka Akun Trump)

“Manfaat utama bagi keluarga saya secara pribadi adalah karena saya mengizinkan putra saya bergabung dengan saya dalam memasak, mencuci, dan hal lain yang dia minati,” bebernya.

“Dia sangat mandiri, karena dia diizinkan. Tanpa harus mengatakan ibu sibuk / pergi bermain / tidak, kamu terlalu kecil sepanjang waktu, dia mempelajari keterampilan yang bahkan tidak dimiliki oleh beberapa orang dewasa yang saya temui,” lanjutnya.

Ibu berusia 25 tahun itu menambahkan anaknya bisa mencuci pakaian dengan benar dan bersih, sama seperti yang dilakukan orang dewasa. Dia tahu cara memasang setelan yang benar, lalu meletakkan pakaian di mesin pengering saat selesai.

“Saya telah berjalan ke dapur untuk melihatnya memindahkan cucian ke mesin pengering, dan yang harus saya lakukan hanyalah mengucapkan terima kasih,” urainya.

“Dia selalu memiliki minat dalam memasak dan jadi saya membiarkannya. Kami memiliki pisau dan peralatan masak yang aman untuk balita dan dia telah membuat cukup banyak lasagna, bolognese, dan omelet sendiri,” ujarnya, dikutip Daily Star.

“Saya selalu ada di sana untuk menjaganya tetap aman. Dia menggunakan kompor tetapi dia tahu panas dan tidak menyentuhnya secara fisik dan dia tidak pernah melakukannya, dia bahkan menyuruh saya untuk menggerakkan tangan saya sekali karena itu di atas kompor dan kompornya panas,” terangnya.

“Pepatah umum dalam komunitas Montessori adalah berikan bantuan sebanyak yang dibutuhkan, tetapi sesedikit mungkin dan itulah yang saya lakukan,” tegasnya.

Florence mengatakan anaknya sudah bisa membuat teh sendiri. “Dia melakukan seluruh proses selain menuangkan ketel, terutama karena ketel itu terlalu besar dan berat untuknya. Tapi dia mengerti itu panas dan tidak boleh menyentuhnya dan saya yang melakukan bagian itu,” ungkapnya.

“Lalu dia menyaring kantong teh dan mengeluarkannya dan mengaduk tehnya dan kita minum bersama,” ujarnya.

Selain piawai di dapur, sang anak juga bisa menyeberang jalan sendiri, namun tetap dengan pengawasan dirinya.

“Tentu saja saya di sana siap untuk menghentikannya berlari di jalan jika perlu, tetapi saya memberinya kesempatan untuk membuat keputusan yang benar sendiri dan dia selalu melakukannya. Keamanan di jalan raya adalah suatu keharusan dan semakin awal mereka belajar semakin baik,” jelasnya.

Anaknya juga bisa menggunakan dan memegang gunting dengan cara yang aman. Jadi dia tidak khawatir jika suatu hari dirinya meninggalkan gunting di sofa secara tidak sengaja.

Sang ibunda tahu jika teknik ini banyak dikritisi di media sosial (medsos). Banyak warganet mengatakan teknis itu terlalu kejam dan keras bagi anak-anak. Ada yang mengatakan teknik ini seperti menelantarkan anak, membahayakan, dan pengasuhan anak yang buruk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini