Modus Obati Kista, Dukun Palsu Lecehkan Gadis di Bawah Umur

Solichan Arif, Koran SI · Rabu 13 Januari 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 519 2343975 modus-obati-kista-dukun-palsu-lecehkan-gadis-di-bawah-umur-JznkNZRrRs.jpg Dukun cabul di Blitar ditangkap polisi (Foto : Sindonews/Solichan)

BLITAR - Seorang dukun palsu berinisial NH (43) asal Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ditangkap aparat Polres Blitar setelah dilaporkan mencabuli pasiennya. NH menyetubuhi korban yang masih berusia 17 tahun dengan alasan menyembuhkan penyakit kista yang diderita korban.

"Pelaku telah diamankan," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela kepada wartawan Rabu (13/1/2021).

Peristiwa asusila tersebut terjadi 14 November 2020. Ceritanya, korban yang mengeluh sakit mendatangi rumah NH, tetangganya. Di desa, NH membuka praktik pengobatan alternatif.

Ia juga mempromosikan diri sebagai ahli pijat syaraf. Saat bertemu korban, pelaku yang bergaya menganalisa, mengatakan korban menderita kista. Yakni tumor jinak yang bertempat di dalam rahim. "Modus pelaku dengan mendiagnosa korban sakit kista," terang Leonard.

Korban sempat dipijit. Yakni mulai kaki, pinggang hingga bagian perut. Dengan alasan pemeriksaan lebih jauh, pelaku yang berstatus bujangan dan tinggal sendirian di rumah kontrakan, meminta korban melepas baju yang dikenakan. Korban tidak membantah. Begitu juga saat diminta naik ke tempat tidur.

Baca Juga : Aksi Pencurian Barang Milik Pasien Covid-19 di RSUD Terekam CCTV

Di atas ranjang tersebut, pelaku menyetubuhi korban. "Pada saat itulah terjadi tindak asusila (persetubuhan)," kata Leonard.

Usai memuaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta korban menenggak minuman bersoda sprite, yang bercampur air perasan nanas muda dan ragi.

Malam itu korban diminta menginap. Saat pulang pagi pagi, korban oleh pelaku diberi empat bungkusan yang berisi multivitamin rasa mangga dan anggur. Korban diminta meminum dua kali sehari selama 20 hari. "Korban mengeluarkan uang Rp3 juta untuk biaya pengobatan," tutur Leonard.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini