Sebarkan Foto Hoaks Rumah Sakit yang Sepi dari Covid-19, Ibu ini Didenda 3,8 Juta

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 14 Januari 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344187 sebarkan-foto-hoaks-rumah-sakit-yang-sepi-dari-covid-19-ibu-ini-didenda-3-8-juta-FG8IZJiqzJ.jpg Foto: Daily Mail

INGGRIS – Ibu dua anak yang menyebarkan berita hoaks saat berfoto di dalam empat rumah sakit untuk menunjukkan rumah sakit itu kosong, didenda sebesar 200 poundsterling (Rp3,8 juta).

Tindakan Hannah Dean, 30, dianggap sangat tidak sopan dan menyesatkan.

Hannah diketahui menyamar sebagai jurnalis agar bisa masuk ke beberapa rumah sakit sebelum berbagi foto di media sosial (medsos) tentang koridor yang sepi dan mengklaim pemerintah berbohong tentang pandemi.

Dia berhasil masuk ke empat rumah sakit. Yakni Rumah Sakit Queen Alexandra di Portsmouth, Hampshire, Rumah Sakit Umum Southampton, Rumah Sakit Universitas Princess Royal dekat Bromley, dan Rumah Sakit Kent dan St Richard di Chichester, West Sussex.

Dia videonya itu, dia juga “memprovokasi” warganet agar datang ke rumah sakit dan merekam video sendiri.

Namun instruktur kebugaran itu tidak mengambil foto di area yang tidak berada di garis depan dalam perang melawan virus.

(Baca juga: CDC dan Pfizer Selidiki Kematian Dokter Kandungan Usai Disuntik Vaksin Covid-19)

“QA Queen Alexandra ... rumah sakit adalah yang paling tenang yang pernah saya lihat. Saya tahu ini sulit untuk dipahami, tetapi pemerintah berbohong kepada kami,” tulisnya.

Dia juga menulis postingan anti-vaksin (anti-vaxx). Terkait denda yang dikenakan, Hannah mengatakan dia tidak mendengar kabar dari polisi dalam seminggu sebelum didenda. Dia juga mengatakan petugas tidak punya alasan untuk menahan dirinya.

(Baca juga: Apa yang Dikatakan Anggota Parlemen AS Saat Terjadi Kerusuhan?)

Di awal bulan ini, dia sempat menulis protes atas kebijakan pembatasan penuh yang dilakukan pemerintah.

“Saya tidak bisa menunggu sampai pemerintah kita mendengar tangisan putus asa saya dan menempatkan pembatasan penuh pada pergerakan saya, membatasi saya dari area tertentu di rumah saya, itu tidak bisa terjadi,” tulisnya di Facebook awal bulan ini.

“Manusia bebas benar-benar egois! Terima kasih Tuhan untuk vaksin terburu-buru baru ini yang tidak akan dimintai pertanggungjawaban jika menyebabkan cedera atau bahkan kematian! Karena menurut saya, Beberapa kematian yang disebabkan oleh vaksin, adalah harga kecil yang harus dibayar untuk menyelamatkan beberapa nyawa,” tulisnya.

Postingan ini langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak terkait. Polisi mengatakan foto-foto itu bukan bagian dari rumah sakit yang terlibat dalam merawat pasien Covid-19.

Polisi Portsmouth mengatakan postingan tersebut telah menyebabkan kecemasan di masyarakat.

“Beberapa dari Anda akan melihat laporan orang-orang yang mengunjungi rumah sakit setempat, mengambil foto bagian rumah sakit yang tidak berada di garis depan dalam perang melawan Covid-19, dan menggunakan gambar untuk mengatakan rumah sakit tidak dalam kondisi ramai atau penuh tekanan akibat Covid-19,” terang Polisi Portsmouth.

“Tindakan ini telah menyebabkan kecemasan di masyarakat dan telah mendorong sejumlah panggilan kepada kami untuk melaporkan postingan tersebut,” ungkapnya.

“Kami telah mengidentifikasi sumber postingan dan hari ini telah mengeluarkan pemberitahuan hukuman tetap kepada orang yang bertanggung jawab di bawah Peraturan Perlindungan Kesehatan 2020,” bebernya.

“Rekan kami di seluruh NHS bekerja keras untuk memerangi virus ini, dan kami semua berterima kasih atas upaya mereka yang berkelanjutan,” lanjutnya..

“Ada banyak publisitas akhir pekan ini tentang kami semua melakukan bagian kami untuk mematuhi peraturan dan pedoman untuk mendukung NHS kami - kami mendorong Anda masing-masing untuk melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Adapun Polisi Hampshire mengonfirmasi Hannah telah didenda 200 poundsterling (Rp3,8 juta) karena tidak memiliki alasan yang sah untuk meninggalkan rumahnya.

Kecaman senada dilontarkan Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS). Mereka mengritik foto-foto yang diunggah Hannah di Facebook.

Kepala NHS Sir Simon Stevens mengatakan klaim rumah sakit kosong tidak benar.

“Ketika orang mengatakan bahwa virus corona adalah tipuan, itu bohong,” terangnya.

“Jika Anda menyelinap ke rumah sakit pada jam 9 malam dan memfilmkan koridor kosong dan kemudian menempelkannya di media sosial dan mengklaimnya membuktikan rumah sakit kosong ', Anda bertanggung jawab untuk mengubah perilaku yang akan membunuh orang,” ungkapnya.

“Ini juga merupakan penghinaan bagi perawat yang pulang dari 12 jam bekerja di perawatan kritis karena telah bekerja keras dalam keadaan yang paling menuntut,” terangnya.

“Tidak ada yang lebih merusak moral daripada mengatakan omong kosong semacam itu ketika itu jelas-jelas tidak benar,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan orang yang menyebut Covid-10 adalah tipuan, mereka harus tumbuh dewasa.

“Anda telah mendengar dari kepala NHS Inggris tekanan yang berada di bawah NHS. Kita harus melakukan bagian kita untuk melindunginya,” tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini