Apa yang Dikatakan Anggota Parlemen AS Saat Terjadi Kerusuhan?

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 14 Januari 2021 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344129 apa-yang-dikatakan-anggota-parlemen-as-saat-terjadi-kerusuhan-j9OKkaaC5h.jpg Foto: Reuters

WASHINGTON – Saat terjadi kerusuhan di gedung Capitol pada pekan lalu, anggota parlemen Amerika Serikat (AS) sedang bersidang untuk mengesahkan hasil pemilu.

Namun mendadak situasi berubah “panas” dan menegang kala para perusuh menerobos masuk. Mereka pun harus bersembunyi di bawah kursi dan mengenakan masker gas.

Ketua DPR Nancy Pelosi dari Partai Demokrat mengatakan Presiden Amerika Serikat menghasut pemberontakan bersenjata melawan negara kita bersama.

“Dia harus pergi. Dia jelas dan menghadirkan bahaya bagi bangsa yang kita semua cintai,” terangnya, dikutip BBC.

Anggota Kongres Demokrat Julian Castro menyebut Trump sebagai “orang paling berbahaya yang pernah menduduki Ruang Oval”.

Sementara itu, sebagian besar anggota Partai Republik tidak berusaha untuk membela retorika Trump. Namun mereka menyerukan Demokrat untuk membatalkan pemakzulan demi persatuan nasional.

“Memberhentikan presiden dalam jangka waktu sesingkat itu akan menjadi kesalahan,” kata Kevin McCarthy, petinggi Partai Republik di DPR.

(Baca juga: Trump Dianggap Membahayakan Negara)

“Itu tidak berarti presiden bebas dari kesalahan. Presiden memikul tanggung jawab atas serangan hari Rabu di Kongres oleh massa perusuh,” jelasnya.

Adapun anggota Partai Republik dari Ohio, Jim Jordan, menuduh Demokrat melakukan hal yang salah karena “memecah belah” negara untuk mengejar balas dendam politik.

“Ini tentang mendapatkan jabatan Presiden Amerika Serikat,” ujarnya.

(Baca juga: China Catat Lonjakan Tertinggi Kasus Baru Covid-19 dalam Satu Hari)

“Itu selalu tentang mendapatkan jabatan Presiden, apa pun yang terjadi. Itu obsesi,” tegasnya.

Di antara anggota yang memilih untuk memakzulkan Trump adalah Liz Cheney dari Partai Republik peringkat ketiga.

Perwakilan Wyoming, yang merupakan putri dari mantan Wakil Presiden Dick Cheney, mengatakan tentang tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari seorang Presiden yang terkait dengan kerusuhan di Capitol.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini