Sama-sama Lawan Covid-19, Kakek Nenek Ini Diizinkan Bercengkerama untuk Terakhir Kalinya

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 15 Januari 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 18 2345009 sama-sama-lawan-covid-19-kakek-nenek-ini-diizinkan-bercengkerama-untuk-terakhir-kalinya-GbE7JBHSY4.jpg Foto: Daily Mail

 INGGRIS - Rumah sakit mengizinkan pasangan lanjut usia (lansia) menghabiskan saat-saat terakhir bersama saat keduanya bertarung melawan Covid-19.

Sambil bergandengan tangan di tempat tidur yang dipenuhi selang, pasangan lansia ini bisa mengucapkan selamat tinggal terakhir mereka di rumah sakit - tempat mereka berdua dirawat karena virus corona.

Gerry Jarrett, 79, dan istrinya Barbara, 76, diketahui telah berada di bangsal terpisah di Rumah Sakit Frimley Park, Surrey, sejak mereka dirawat karena virus corona sejak dua minggu lalu.

Ketika kondisi Barbara memburuk pada Selasa (12/1), rumah sakit mengizinkan pasangan dari Bracknell, Berkshire itu untuk menghabiskan waktu yang berharga untuk terakhir kalinya.

“Ayah diizinkan masuk, menangis, menyentuh tangannya dan matanya terbuka lebar. Dia terjaga dan cerdas dan bisa berbicara,” terang putri mereka Chloe Keljarrett kepada BBC.

(Baca juga: Fantastis, Rumah Mantan PM Inggris Margaret Tatcher Disewakan Seharga Rp1,2 M Per Bulan)

Chloe mengatakan bahwa orang tuanya telah bersama selama 50 tahun. Dia juga berterima kasih kepada rumah sakit atas upaya luar biasa untuk mengizinkan ayahnya berbagi lebih banyak momen dengan ibunya.

“Di tengah puncak pandemi, staf rumah sakit memastikan ayah saya melihat ibu saya untuk terakhir kali,” ungkapnya.

(Baca juga: Raja Yordania Disuntik Perdana Vaksin Covid-19)

Chloe yang berprofesi sebagai guru di The Brakenhale School, mengatakan kedua orang tuanya berhasil bertemu lagi pada Rabu (13/1) untuk pertemuan tambahan selama satu hingga dua jam.

Dia menambahkan jika ayahnya menunjukkan tanda-tanda sembuh dari Covid-19, meski harus berjuang cukup keras ke depannya.

“Dia memiliki sejumlah masalah kesehatan lain yang akan membuat pemulihan menjadi sedikit lebih rumit, tetapi saya harus tetap yakin bahwa dia akan mengatasi virus yang mengerikan ini,” urainya.

Chloe juga memuji staf di rumah sakit yang melakukan perubahan istimewa yang tidak terduga. Pihak rumah sakit dinilai berhasil menunjukkan belas kasihan ketika mereka melampaui batas emosional dan fisik mereka.

“Hati kami tertuju kepada Anda dan keluarga Anda,” tulis Rumah Sakit Frimley Park menanggapi postingan di media sosial (medsos).

“Kami sangat senang staf kami berhasil membuat waktu ini sedikit lebih mudah bagi Anda semua. Ini benar-benar beberapa perawatan yang kami berikan yang paling penting,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan ingin bersama seseorang di akhir hidupnya adalah salah satu naluri manusia terdalam.

“Ini adalah momen yang akan selalu bersamamu selamanya. Jika dilakukan dengan benar, ini dapat membantu mereka yang terpuruk dan itu membawa kenyamanan bagi mereka yang sekarat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada awal pandemi, banyak anggota keluarga tidak dapat mengucapkan selamat tinggal terakhir mereka kepada orang yang mereka cintai setelah pembatasan ketat diberlakukan di Inggris pada 23 Maret tahun lalu.

Pedoman baru dikeluarkan pada 15 April tahun lalu untuk memungkinkan kerabat dekat mengunjungi anggota keluarga yang sekarat di rumah sakit dan panti jompo.

Aturan baru tersebut menyatakan kunjungan yang tidak perlu harus tetap dibatasi. Namun menyarankan agar kunjungan di “waktu-waktu sulit” harus dilanjutkan'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini