Trump mengatakan kepada para pendukungnya pada rapat umum tepat sebelum serangan di Capitol 6 Januari bahwa mereka "harus menunjukkan kekuatan," dan "berjuang lebih keras," yang akhirnya mendorong para pendukungnya untuk melakukan aksi ke Capitol.
CEO Twitter Jack Dorsey pada saat itu tidak yakin larangan pemblokiran sementara terhadap presiden adalah keputusan yang tepat.
Hingga para eksekutif Twitter kepada Dorset mengatakan bahwa tanggapan terhadap cuitan Trump sehari setelah kerusuhan menunjukan adanya potensi besar untuk lebih banyak kekerasan di dunia nyata.
Dan lebih dari 300 karyawan Twittter telah menandatangai petisi internal yang menyerukan penangguhan permanen akun Trump, yang pada akhirnya mengarah pada pemblokiran permanen akun Trump.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.