Khawatir Diserang Pendukung Trump, Karyawan Twitter Gembok Akun

Intan Rakhmayanti Dewi, Sindonews · Minggu 17 Januari 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 18 2345881 khawatir-diserang-pendukung-trump-karyawan-twitter-gembok-akun-LKrtoi4aUl.jpg foto: ilustrasi

MENLO PARK - Beberapa karyawan Twitter telah mengubah akun mereka menjadi settingan pribadi dan menghapus biografi online mereka karena khawatir diserang oleh pendukung Presiden Donald Trump.

Bahkan, beberapa eksekutif Twitter mendapat pengamanan pribadi karena perusahaan media sosial tersebut memperhitungkan keputusannya untuk tak segan-segan memblokir akun salah satu akun Donald Trump, demikian dikutip dari The Verge, Minggu (17/1/2021)

Baca Juga: Tak Akan Hadiri Pelantikan Joe Biden, Trump Akan Tinggalkan Gedung Putih Pagi Hari 

Akun @realDonaldTrump secara permanen ditangguhkan dari Twitter 8 Januari lalu karena dinilai akan menimbulkan risiko hasutan kekerasan lebih lanjut, kata Twitter dalam pernyataannya.

Baca Juga: Dimakzulkan Lagi, Ini Konsekuensi Politik dan Finansial yang Mungkin Diterima Trump 

Trump mengatakan kepada para pendukungnya pada rapat umum tepat sebelum serangan di Capitol 6 Januari bahwa mereka "harus menunjukkan kekuatan," dan "berjuang lebih keras," yang akhirnya mendorong para pendukungnya untuk melakukan aksi ke Capitol.

CEO Twitter Jack Dorsey pada saat itu tidak yakin larangan pemblokiran sementara terhadap presiden adalah keputusan yang tepat.

 

Hingga para eksekutif Twitter kepada Dorset mengatakan bahwa tanggapan terhadap cuitan Trump sehari setelah kerusuhan menunjukan adanya potensi besar untuk lebih banyak kekerasan di dunia nyata.

Dan lebih dari 300 karyawan Twittter telah menandatangai petisi internal yang menyerukan penangguhan permanen akun Trump, yang pada akhirnya mengarah pada pemblokiran permanen akun Trump.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini