MENLO PARK - Beberapa karyawan Twitter telah mengubah akun mereka menjadi settingan pribadi dan menghapus biografi online mereka karena khawatir diserang oleh pendukung Presiden Donald Trump.
Bahkan, beberapa eksekutif Twitter mendapat pengamanan pribadi karena perusahaan media sosial tersebut memperhitungkan keputusannya untuk tak segan-segan memblokir akun salah satu akun Donald Trump, demikian dikutip dari The Verge, Minggu (17/1/2021)
Baca Juga: Tak Akan Hadiri Pelantikan Joe Biden, Trump Akan Tinggalkan Gedung Putih Pagi Hari
Akun @realDonaldTrump secara permanen ditangguhkan dari Twitter 8 Januari lalu karena dinilai akan menimbulkan risiko hasutan kekerasan lebih lanjut, kata Twitter dalam pernyataannya.
Baca Juga: Dimakzulkan Lagi, Ini Konsekuensi Politik dan Finansial yang Mungkin Diterima Trump