Pria Misterius Bersenjata Bunuh 2 Hakim Perempuan MA

Antara, · Minggu 17 Januari 2021 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 18 2346019 pria-misterius-bersenjata-bunuh-2-perempuan-hakim-ma-di-afghanistan-q0Qn6UqWsZ.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

KABUL - Orang-orang bersenjata tak dikenal membunuh dua perempuan hakim dari Mahkamah Agung Afghanistan pada Minggu (17/1/2021) pagi. Demikian laporan kepolisian setempat.

Melansir Antara bersumber dari Reuters, insiden itu menambah gelombang pembunuhan di Kabul dan kota-kota lain sementara perwakilan pemerintah dan Taliban telah mengadakan pembicaraan damai di Qatar.

Kedua hakim, yang belum disebutkan namanya, tewas dan sopir mereka terluka, dalam serangan sekitar pukul 08.30, kata polisi, seraya menambahkan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki oleh pasukan keamanan.

Seorang juru bicara Taliban mengatakan para pejuangnya tidak terlibat.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan terhadap warga sipil oleh Taliban dan kelompok militan lainnya.

Ghani mengatakan "teror, horor, dan kejahatan" bukanlah solusi untuk masalah Afghanistan dan memohon kepada Taliban untuk menerima "gencatan senjata permanen". Pejabat pemerintah, jurnalis, dan aktivis telah menjadi sasaran dalam beberapa bulan terakhir, memicu ketakutan terutama di ibu kota Kabul.

Taliban membantah terlibat dalam beberapa serangan itu, tetapi mengatakan para pejuangnya akan terus "melenyapkan" tokoh-tokoh penting pemerintah, meskipun bukan wartawan atau anggota masyarakat sipil.

Meningkatnya kekerasan telah memperumit pembicaraan damai yang ditengahi AS yang terjadi di Doha ketika Washington menarik pasukan.

Sumber di kedua belah pihak mengatakan negosiasi hanya mungkin membuat kemajuan substantif setelah Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat dan mengumumkan kebijakan terkait Afghanistan.

Baca Juga : Taliban Keluarkan Perintah, Minta Anggotanya Tak Lakukan Poligami

Jumlah pasukan AS di Afghanistan telah dikurangi menjadi 2.500, level terendah pasukan Amerika di sana sejak 2001, menurut Pentagon pada Jumat.

Baca Juga : Prioritas Diplomasi 2021, Indonesia Berkomitmen untuk Kemerdekaan Palestina dan Perdamaian di Afghanistan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini