SAO PAULO - Negara Bagian Amazonas Brasil mengevakuasi 60 bayi prematur dari rumah sakit di Manaus untuk perawatan darurat di Sao Paulo, yang berjarak 3.875 kilometer.
Hal ini dilakukan karena kekurangan pasokan oksigen di fasilitas kesehatan di negara bagian tersebut.
Informasi tersebut dikonfirmasi pada Jumat (15/1) oleh Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Joao Doria, yang juga mengkritik Presiden Brasil Jair Bolsonaro atas penanganannya terhadap pandemi di Brasil.
“Sao Paulo akan menerima semua bayi yang bisa diangkut. Ini adalah akhir dunia, tidak memiliki oksigen untuk bayi prematur. Sungguh tidak tanggung jawab pemerintah Bolsonaro,” kata Doria.
Sekretaris Jenderal Federasi Rumah Sakit Brasil, Aramacy Pinto mengatakan rumah sakit swasta di Manaus yang dihuni 2 juta orang, hanya memiliki pasokan oksigen untuk 36 jam ke depan.