Erupsi Merapi, BPPTKG Imbau Warga Waspadai Jarak Luncur Awan Panas Pendek

Priyo Setyawan, Koran SI · Rabu 20 Januari 2021 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 510 2347430 erupsi-merapi-bpptkg-imbau-warga-waspadai-jarak-luncur-awan-panas-pendek-44OIJLrT5l.jpg Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)

SLEMAN - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, meski saat ini aktivitas Merapi ada penuruan, namun masyarakat diminta tetap waspada, terhadap erupsi Merapi. Terutama awan panas. Gunung Merapi sendiri per 4 Januari 2021 sudah masuk fase erupsi, yaitu dengan keluarnya gugran lava pijar dan awan panas guguran.

Untuk awan panas, hingga Selasa 19 Januari 2021 sudah terjadi 10 kali, yaitu pada tanggal 7 Januari 2021 sebanyak 4 kali , tanggal 16 Januari 2 kali serta masing-masing tanggal 9 , 13, 18, dan 19 Januari 2021 satu kali. Dengan jarak luncur antara 600 meter -1.800 meter.

“Dilihat dari jarak luncurnya, awan panas ini termasuk pendek atau kecil, namun begitu karena ini awan panas, masyarakat tetap harus waspada,” kata Hanik di Sleman.

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 30 Kali

Mengenai mengapa jarak luncur awan panas semakin panjang, terakhir mencapai 1,8 km dari sebelumnya 1,5 km, Hanik menjelaskan karena sebelumnya sudah pernah ada jalur yang dilewati awan panas.

“Karena sudah ada jalannya, maka jaraknya semakin jauh,” paparnya.

Baca juga:  Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah Arah, Warga Berangsur Tinggalkan Pengungsian

Untuk potensi bahaya awan panas dan lava pijar saat ini di sektor selatan barat daya di lerang Lava 1997, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 km dari puncak.

Soal pertumbuhan kuba lava saat ini rendah, yaitu 85 ribu m3 dengan percepatan 8 ribu m3 per hari. Mengenai munculnya kubah lava yang ada di tengah, dari pemantauan sudah berhenti dan tidak berkembang. Namun begitu tetap melakukan pemantauan.

“Penuruan Merpai juga terjadi pada intensitas kegempaan internal dan defromasi. Kegempaaan sebelumnya mencapai ratusan per hari per 12 januari2021 menurun drastis,. Deformsi per 1 Januari 2021 mencapi 21 cm per hari, sekarang kurang dari 2 cm per hari,” jelasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini