Dipecat dari Kraton Yogyakarta, Gusti Prabu: Saya Tidak Salah!

Agregasi KR Jogja, · Rabu 20 Januari 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 510 2347468 dipecat-dari-kraton-yogyakarta-gusti-prabu-saya-tidak-salah-fdYCOLvIsc.jpg Gusti Prabu (foto: Dok KR Jogja)

YOGYAKARTA - Sebuah surat berbahasa Jawa diterima wartawan melalui aplikasi WhatsApp, Selasa 19 Januari 2021 bertuliskan Bab II dengan tulisan di bawahnya terbaca Gusti Kanjeng Ratu Bendara.

Surat tersebut dibuat pada 2 Desember 2020, ditandatangani Hamengku Bawono Ka 10 yang isinya mengganti jabatan GBPH Prabukusumo di Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya Kraton Yogyakarta sebagai Penggedhe digantikan GKR Bendara.

Baca juga:  Sultan HB X Pecat 2 Adik Tirinya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta 

Ketika dikonfirmasi terkait kebenaran surat tersebut, Gusti Prabu sapaan akrab GBPH Prabukusumo membenarkan. Ia tak menampik sudah dipecat dari jabatannya di Kraton Yogyakarta, meski menaruh sangsi karena kesalahan penulisan nama dan juga nama Hamengku Bawono Ka 10 yang dinilai tidak pernah mengangkatnya.

“Pertama, Kraton Yogyakarta tidak mengenal nama Bawono, artinya surat ini batal demi hukum. Kemudian, nama saya dalam surat juga keliru dan yang mengangkat saya dulu almarhum Bapak Dalem HB IX 8 kawedanan, bebadan dan tepas, diteruskan Hamengku Buwono X,” ungkap Gusti Prabu melalui pernyataan tertulisnya.

Bbaca juga:  Hari Ini Sri Sultan Hamengku Buwono X Genap 32 Tahun Bertahta

Gusti Prabu mengaku mengambil keputusan untuk tidak aktif lagi di Kraton sejak enam tahun silam, tepatnya setelah adanya Sabdatama dan Sabdaraja dari Sri Sultan kala itu. Alasannya, hal tersebut dirasa bertentangan dengan Paugeran Kraton Yogyakarta sehingga Gusti Prabu bersama adik-adiknya yang lain mundur melayani HB X.

“Artinya, mengapa orang salah tidak mau mengakui kesalahannya, malah memecat yang mempertahankan kebenaran, yaitu kesungguhan pikiran, niat dan hati yang mulia untuk mempertahankan adat istiadat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak HB I hingga HB IX,” sambung dia.

Gusti Prabu mengatakan, tidak pernah merasa punya kesalahan sehingga akhirnya dipecat dari Kraton Yogyakarta. Ia pun berharap masyarakat DIY bisa melihat hal tersebut secara lebih jelas.

“Sabar bersabar, kalau saya dengan dhimas Yudho (GBPH Yudhaningrat) dipun jabel kalenggahanipun, artinya itu dipecat. Karena itu saya membuat ini (pernyataan tertulis) agar warga DIY tahu, kalau saya dan dhimas Yudho itu tidak salah,” ungkap Gusti Prabu.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini