Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyelamatan Tambang Emas China, 9 Penambang Ditemukan Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 26 Januari 2021 |11:01 WIB
Penyelamatan Tambang Emas China, 9 Penambang Ditemukan Tewas
Foto: Reuters.
A
A
A

Sembilan penambang yang tewas diyakini berada di "Bagian Tengah Keenam" dari tambang tersebut, tetapi rincian bagaimana mereka ditemukan belum diketahui.

Para penambang telah bekerja 600m di bawah permukaan ketika ledakan yang tidak dapat dijelaskan itu terjadi, sangat merusak jalan masuk ke tambang dan memutus komunikasi.

Selama seminggu, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Kemudian, pada 17 Januari, regu penyelamat merasakan tarikan pada salah satu tali yang mereka turunkan ke lubang kecil yang mengarah ke kegelapan.

Sebuah catatan kertas kemudian dikirim dengan tali dari sekelompok 12 penambang yang masih hidup, 11 terjebak di satu tempat dan yang ke-12 terperangkap di bawah.

Setelah itu, kontak dengan penambang ke-12 hilang, sementara salah satu dari kelompok 11, yang mengalami koma setelah mengalami luka di kepala dalam ledakan tersebut, dipastikan tewas pada Kamis (21/1/2021).

Jalur komunikasi dibuat dan makanan serta obat-obatan diturunkan melalui lubang sempit.

Kecelakaan pertambangan tidak jarang terjadi di China, di mana peraturan keselamatan industri dapat ditegakkan dengan buruk. Pada Desember tahun lalu, 23 penambang tewas setelah kebocoran karbon monoksida di tambang batu bara.

Pada September, 16 pekerja tewas di tambang lain di pinggiran Chongqing, juga karena karbon monoksida. Pada Desember 2019, ledakan di tambang batu bara di provinsi Guizhou, barat daya China, menewaskan setidaknya 14 orang.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement