DPR AS Kirim Pasal-Pasal Pemakzulan Trump ke Senat

Agregasi VOA, · Selasa 26 Januari 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 18 2351006 dpr-as-kirim-pasal-pasal-pemakzulan-ke-senat-tJGGG4hxZM.jpg Manajer Pemakzulan mantan Presiden Donald Trump, Jamie Raskin setelah mengirimkan pasal-pasal pemakzulan ke DPR, 25 Januari 2021. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DC - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengirimkan pasal-pasal pemakzulan terhadap mantan Presiden Donald Trump ke Senat. Pasal-pasal itu menuduh Trump menghasut pemberontakan terkait penyerbuan Gedung Capitol AS oleh massa pendukungnya awal bulan ini.

Anggota DPR yang akan menjabat sebagai jaksa dalam persidangan pemakzulan, Senin (25/1/2021), malam secara simbolis berjalan menuju ruang Senat untuk menyampaikan pasal-pasal pemakzulan tersebut.

BACA JUGA: Tuduhan Resmi Pemakzulan Trump Diajukan 25 Januari 2021

Manajer Pemakzulan DPR, Jamie Raskin dari Maryland membacakan dakwaan terhadap Trump dengan mengatakan Trump "sangat membahayakan keamanan dan institusi pemerintah Amerika."

Sidang di Senat akan dimulai pada pekan 8 Februari setelah Partai Demokrat dan Republik menyetujui penundaan singkat untuk memberi anggota dari kedua pihak yang akan menjadi penuntut dan tim pembela Trump bersiap-siap. Perpanjangan waktu itu juga akan memberikan Senat kesempatan mengonfirmasi lebih banyak calon kabinet dari Presiden Joe Biden.

Mantan presiden Donald Trump telah menunjuk dua pengacara dari South Carolina sebagai pembela dalam kasus pemakzulan. Butch Bowers dan Deborah Barbier, yang masing-masing menjalankan firma hukum di Columbia, South Carolina punya waktu dua minggu untuk menyiapkan pembelaan bagi Trump di Senat.

BACA JUGA: Dimakzulkan Lagi, Ini Konsekuensi Politik dan Finansial yang Mungkin Diterima Trump

Patrick Leahy, anggota terlama Senat dari Partai Demokrat, pada Senin, mengatakan akan memimpin sidang pemakzulan itu. Konstitusi AS mewajibkan ketua Mahkamah Agung memimpin sidang pemakzulan seorang presiden. Namun, karena Trump tidak lagi menjabat, para pejabat mengatakan Ketua Mahkamah Agung John Roberts tidak akan memimpin sidang itu.

Leahy, yang berusia 80 tahun, pertama kali terpilih menjadi anggota Senat pada 1974. Ia adalah anggota Sentat terlama. Ia mengatakan kepada wartawan di gedung Capitol perannya akan "memastikan bahwa prosedur diikuti" dan mengatakan pengalamannya di Senat selama bertahun-tahun akan membantunya dipandang tidak memihak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini