Senat AS Batalkan Mosi untuk Menolak Pemakzulan Donald Trump

INews.id, · Rabu 27 Januari 2021 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 18 2351411 senat-as-batalkan-mosi-pemakzulan-donald-trump-yHIjlcASom.jpg Donald Trump (Foto : Reuters)

WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) menolak mosi yang diajukan seorang politikus Partai Republik untuk membatalkan pemakzulan Donald Trump dengan tuduhan menghasut pemberontakan karena dinilai tidak sesuai undang-undang.

Sebanyak 55 senator menolak mosi yang diajukan politikus Rand Paul itu, melawan 45 yang mendukung. Lima anggota Partai Republik bergabung dengan politisi Demokrat menolak mosi Paul.

Paul dan anggota Partai Republik lainnya berpendapat proses pemakzulan tidak konstitusional karena Trump sudah meninggalkan jabatannya sejak 20 Januari 2021 serta persidangan akan dipimpin Senator Demokrat Patrick Leahy, bukan Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts.

"Sidang ini, yang akan mengadili warga negara dan bukan presiden, wakil presiden, atau pejabat sipil, adalah melanggar Konstitusi," kata Paul, dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2021).

Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer menyebut bahwa argumen Paul salah besar.

Upaya untuk memakzulkan Trump di Senat memang sulit karena Demokrat membutuhkan 17 suara tambahan dari Republik untuk mewujudkan rencana itu. Pasalnya untuk memakzulkan seseorang butuh dukungan dari dua per tiga anggota Senat.

Ada perdebatan pendapat di kalangan para ahli tentang apakah Senat bisa menggelar sidang pemakzulan Trump saat ini meskipun sudah tidak menjabat presiden.

Baca Juga : China Akan Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan di Tengah Ketegangan dengan AS

Namun lebih banyak yang berpendapat pemakzulan yang terlambat masih sesuai konstitusi. Alasannya presiden yang dianggap melanggar selama masa jabatannya tidak kebal dari proses yang ditetapkan Konstitusi sehingga tetap harus dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu, Konstitusi mengamanatkan proses pemakzulan dapat mengakibatkan diskualifikasi dari jabatannya di masa depan, sehingga masih ada masalah aktif yang harus diselesaikan Senat. Artinya, jika pemakzulan diterima maka Trump tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden AS pada 2024.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini