Dengan Wajah Sedih, PM Inggris Minta Maaf Angka Kematian Covid-19 Tembus 100 Ribu Orang

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 27 Januari 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 18 2351587 dengan-wajah-sedih-pm-inggris-minta-maaf-angka-kematian-covid-19-tembus-100-ribu-orang-iYyNMKWxly.jpg Foto: AP

INGGRIS – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyampaikan belasungkawa terdalam kepada pihak keluarga yang telah kehilangan lebih dari 100.000 akibat Covid-19.

Boris mengatakan sangat menyesal atas setiap nyawa yang hilang tadi malam ketika Inggris mencatat 100.000 kematian akibat virus korona.

Melalui konferensi pers, Boris mengatakan dia mengambil tanggung jawab penuh untuk setiap tindakan yang diambil Pemerintahnya dalam pandemi.

“Pada hari ini saya harus benar-benar mengulangi bahwa saya sangat menyesal atas setiap nyawa yang telah hilang dan, tentu saja, karena saya adalah Perdana Menteri, saya bertanggung jawab penuh atas semua yang telah dilakukan Pemerintah,” terangnya dengan wajah sedih.

“Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa kami benar-benar melakukan semua yang kami bisa, dan terus melakukan semua yang kami bisa, untuk meminimalkan kehilangan nyawa dan meminimalkan penderitaan dalam tahap yang sangat, sangat sulit, untuk negara kita,” jelasnya, dikutip Daily Mail.

(Baca juga: Pria Bersenjata Culik 8 Anak dari Panti Asuhan Minta Tebusan Rp368 Juta)

“Dan kami akan terus melakukan itu, sama seperti setiap pemerintah yang terkena dampak krisis ini di seluruh dunia terus melakukan hal yang sama,” lanjutnya.

Dia bersikeras para menteri telah melakukan semua yang kami bisa untuk membatasi korban jiwa tetapi mengakui sulit untuk menghitung kesedihan di balik jumlah korban tewas. Inggris adalah negara pertama di Eropa yang mencapai tonggak sejarah korban kematian Covid-19 yang cukup tinggi.

Boris menggambarkan angka kematian ini sebagai kehilangan nyawa yang mengerikan dan tragis. Setiap korban adalah ayah, ibu, saudara laki-laki, saudara perempuan, anak laki-laki, anak perempuan atau kakek nenek. Dan dia mengakui bahwa banyak kerabat yang berduka bahkan tanpa kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.

(Baca juga: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Raja Thailand Dikritik Tunda Peluncuran Vaksin Covid-19)

Boris mengatakan negaranya akan memiliki waktu untuk belajar, merenungkan dan memperbaiki di akhir krisis, yang sekarang terlihat berkat peluncuran vaksin.

Dia menjelaskan negaranya akan bersatu untuk mengingat semua orang yang hilang, dan untuk menghormati kepahlawanan tanpa pamrih dari semua orang di garis depan yang memberikan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain.

Sementara itu, Kepala Petugas Medis Inggris mengatakan jumlah kasus turun dengan cepat. Yakni turun dari 68.000 kasus yang tercatat pada 7 Januari menjadi lebih dari 20.000 kemarin. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Desember tahun lalu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini