Korut Kembangkan Vaksin Covid-19 Gunakan Data yang Diretas Ilmuwan Asing

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 28 Januari 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 18 2352223 korut-kembangkan-vaksin-covid-19-gunakan-data-yang-diretas-ilmuwan-asing-ScERdf16xc.jpg Foto: KCNA

KOREA UTARAKorea Utara (Korut) dilaporkan sedang mengembangkan vaksin virus corona menggunakan data yang diretas dari ilmuwan asing.

Menurut laporan Daily NK, Korut telah membentuk “organisasi peretas” untuk mendapatkan informasi pandemi kunci dari negara lain.

Sebuah sumber mengatakan jika penelitian yang dilakukan oleh unit teknologi dapat digunakan untuk membuat vaksin bagi warga republik satu partai. Meskipun ada klaim jika tidak ada satu pun kasus Covid-19 yang tercatat.

Partai yang berkuasa rupanya telah membentuk tim spesialis bernama Bureau 325 yang ditujukan untuk meretas intelijen pada virus tersebut.

Sumber tersebut mengatakan uji coba vaksin Tahap I dan Tahap II telah selesai, dengan uji coba Tahap III skala besar sekarang sedang berlangsung.

(Baca juga: Heboh, Wanita Ini Jadi Bintang Tamu dengan "Sex Toy" Tampil di Belakangnya)

Tes sedang dilakukan pada pasien di Korea Utara yang menunjukkan gejala yang mirip dengan orang yang menderita virus corona.

MailOnline melaporkan, klaim peretasan pertama kali muncul di Barat tahun lalu sebelum salah satu vaksin yang saat ini digunakan di Eropa dan AS disetujui.

Kelompok peretas akan melaporkan akses laporan informasi Covid-19 ke Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un.

Kim dan Sekretaris Partai Jo Yong Won juga dilaporkan akan mengatur aktivitas grup itu sendiri.

(Baca juga: Dirikan Kantor paska Gedung Putih, Melania Trump Pekerjakan Mantan Staf)

Namun belum jelas bagaimana vaksin yang dikembangkan ini akan diedarkan ke seluruh penduduk negara bagian di sana.

Terlepas dari klaim negara itu, ada kemungkinan virus itu beredar di Korut karena hubungannya dengan China, tempat pandemi dimulai.

Penguncian menyeluruh diberlakukan pada perjalanan internal dan eksternal awal bulan inimeskipun masih belum ada laporan resmi dari sebuah kasus.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini