Tuai Hujatan, Politisi Ini Akui Bermain Candy Crush Saat Rapat Online

Agregasi Solopos, · Jum'at 29 Januari 2021 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 18 2352762 tuai-hujatan-politisi-ini-akui-bermain-candy-crush-saat-rapat-online-bffWaG4bYa.jpg Foto: NDTV

BERLIN — Jika seharusnya rapat dilakukan dengan penuh fokus, serius, dan perhatian seksama, tidak dengan politisi satu ini.

Seorang pemimpin regional Jerman, Bodo Ramelow, telah memicu hujatan setelah dia mengakui bermain Candy Crush saat mengikuti rapat online tentang pandemi dengan kanselir Jerman Angela Markel.

Dilansir NDTV, Kamis (28/1), Ramelow yang menjabat sebagai Kepala negara bagian Thuringia Timur, membuat pengakuan selama rapat tertutup di aplikasi audio chatroom Clubhouse di akhir pekan.

Menurut laporan media Jerman, politisi dari partai sayap kiri Die Linke itu mengatakan, bahwa selama rapat yang berjam-jam beberapa orang bermain Sudoku, yang lain bermain catur atau Scrabble di ponsel mereka. Sedangkan ia sendiri mengaku bermain Candy Crush.

Ramelow juga dilaporkan menyebut kanselir sebagai Merkelchen yang berarti Markel kecil. Menanggapi kritik online dan media, Ramelow meminta maaf atas penghinaannya terhadap Markel. “Menghilangkan nama kanselir adalah tindakan yang salah,” tulis Ramelow dalam twitnya.

Pada konferensi pers di Berlin pada Senin (25/1/2021), juru bicara Merkel Steffen Seibert menyindir Ramelow. Ia mengatakan bahwa bukti sudah berbicara sendiri dan tidak memerlukan komentar lebih lanjut.

(Baca juga: Biden Tandatangani Keppres Kesetaraan Ras)

Armin Laschet, Ketua Partai CDU konservatif Markel mengatakan dia tidak bermain-main dalam konferensi pandemi, karena menurutnya pertanyaan rapat adalah hal yang sangat penting. “Kami sedang membahas pelanggaran mendasar pada hak-hak dasar di sekolah, pendidikan, ekonomi dan anda harus terlibat secara terfokus,” katanya pada wartawan Berlin.

Menteri dalam negeri Thurigia, Georg Maier dari Sosial Demokrat mengatakan kepada penyiar RND bahwa Ramelow harus mempertimbangkan kembali perilakunya.

(Baca juga: Kabar Bahagia, Perempuan Boleh Gerai Rambut dan Pakai Kuteks di Militer AS)

Ramelow dan Perdana Menteri (PM) negara bagian lainnya menolak keras proposal Marker untuk lockdown ketat pada rapat pandemi bulan Oktober, beberapa minggu sebelum ledakan kasus corona. Ramelow sejak itu menyatakan penyesalan dan mengakui bahwa usulan kanselir adalah tindakan yang benar.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini