Menag Jadikan Borobudur Rumah Ibadah Buddha Dunia, Ganjar: Berita Menggembirakan

Taufik Budi, Okezone · Minggu 31 Januari 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 512 2353815 menag-jadikan-borobudur-rumah-ibadah-buddha-dunia-ganjar-berita-menggembirakan-zdVfRzAaFp.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Okezone)

SEMARANG - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berencana menjadikan Borobudur rumah ibadah umat Buddha di dunia. Dirinya menegaskan siap memfasilitasi umat Buddha untuk mewujudkan hal itu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku mendukung penuh rencana tersebut. Usulan itu pun sudah menjadi idenya sejak lama. Bahkan, pada awal masa tugasnya sebagai gubernur periode pertama, dia pernah menyampaikan ide tersebut kepada Wakil Presiden Budiono, ketika menghadiri perayaan Waisak di Borobudur.

"Tapi saat itu belum ada tindaklanjutnya. Hari ini, Pak Menag menyampaikan itu dan ini berita yang sangat menggembirakan," katanya, Sabtu (30/1/2021).

Menurut Ganjar, potensi menjadikan Borobudur sebagai rumah ibadah Buddha dunia sangat besar. Dia pernah ngobrol dengan para dante dan orang-orang yang aktif di organisasi agama Buddha. Dari obrolan itu, diketahui ada sekitar 5 juta umat Buddha dunia yang sangat aktif.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka sebenarnya potensinya sangat besar. Dan di Buddha itu, setahun minimal ada lima perayaan keagamaan. Bayangkan saja, akan ada sekian juta orang yang akan berkunjung ke Borobudur dan itu bisa berkali-kali dalam setahun," terangnya.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Menag, Gus Yaqut: Agama Sebisa Mungkin Tak Lagi Dijadikan Alat Politik

Dengan begitu, maka nilai religius di kawasan candi Buddha itu semakin kuat. Juga, sisi pergaulan antaragama dan pergaulan dengan masyarakat internasional. "Tentu akan banyak sekali manfaatnya. Pada prinsipnya saya mendukung keputusan Pak Menag ini," tegasnya.

Meski begitu, dia berharap Menag merangkul semua pihak yang berkepentingan untuk berkomunikasi. Termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) perlu diajak duduk bareng dan saling mendukung, agar masyarakat paham.

"Saya kira langkah-langkahnya harus disiapkan dengan baik, dan kelompok masyarakat yang ada di sana harus diajak bicara agar memahami pada keputusan ini. Pada prinsipnya saya mendukung karena ini bagus sekali," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini