Langgar PPKM, Kegiatan Adu Ketangkasan Domba Dibubarkan Satgas Covid-19

INews.id, · Minggu 31 Januari 2021 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 525 2354082 langgar-ppkm-kegiatan-adu-ketangkasan-domba-dibubarkan-satgas-covid-19-2PtTOvOeBU.jpg Adu ketangkasan domba. (Ilustrasi/Foto : Sindonews)

GARUT - Kegiatan adu ketangkasan domba di di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (31/1/2021), dibubarkan tim gabungan Satgas Covid-19. Itu karena kegiatan tersebut melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) di Garut.

Kepala Bagian Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, membenarkan jajaran kepolisian dibantu TNI membubarkan kerumunan orang dalam kegiatan adu ketangkasan domba.

"Kegiatan pembubaran kontes ketangkasan domba adu ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler," kata Muslih.

Dia menuturkan, Tim Satgas Covid-19 Garut mendatangi lokasi kegiatan adu ketangkasan domba di Kampung Pasir, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, lalu meminta untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Petugas di lapangan, kata Muslih, langsung menemui panitia hingga akhirnya seluruh peserta adu ketangkasan domba maupun masyarakat yang hadir dalam acara itu membubarkan diri dengan tertib.

"Para peserta dan panitia membubarkan diri masing-masing tanpa ada pembubaran dari muspika, tim gugus tugas tingkat Kecamatan Tarogong Kaler," katanya.

Dia menyampaikan selain masih diberlakukannya PPKM, kegiatan itu diketahui tidak mengikuti prosedural perizinan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

Sesuai aturan yang berlaku, kata dia, selama pandemi Covid-19 tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang karena khawatir terjadi penularan virus.

Baca Juga : Pelarangan WNA Datang ke Indonesia Diharapkan Bisa Cegah Masuknya Mutasi Virus Corona

"Selama masa pandemi ini Forkopimcam tidak mengeluarkan perizinan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19," ujarnya.

Usai menghentikan kegiatan adu ketangkasan domba itu, polisi meminta keterangan terhadap panitia dan kepala desa setempat.

Baca Juga : Jokowi Sebut Penerapan PPKM Tak Tegas dan Tak Konsisten

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini