Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan Tokoh Senior Lainnya Ditangkap Aparat

Susi Susanti, Koran SI · Senin 01 Februari 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 18 2354165 pemimpin-myanmar-aung-san-suu-kyi-dan-tokoh-senior-lainnya-ditangkap-aparat-MapCQ5Jl39.jpg Foto: Reuters

MYANMAR - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lainnya dari partai yang berkuasa ditangkap pada penggerebekan dini hari.

Hal ini diungkapkan juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi pada Senin (1/2). Juru bicara Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters melalui telepon jika Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin lainnya telah ditangkap pada dini hari.

“Saya ingin memberi tahu orang-orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum,” katanya.

Seorang anggota parlemen NLD, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan salah satu dari mereka yang ditahan adalah Han Thar Myint, seorang anggota komite eksekutif pusat partai.

Penangkapan ini dilakukan setelah beberapa hari ketegangan yang meningkat antara pemerintah sipil dan militer yang menimbulkan kekhawatiran terjadinya kudeta.

(Baca juga: Pentagon Tangguhkan Rencana Vaksinasi Covid-19 Tahanan Guantanamo)

Sementara itu, saluran telepon ke Naypyitaw, ibu kota, tidak bisa dihubungi pada Senin dini hari.

Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai komentar.

Televisi MRTV yang dikelola negara mengatakan dalam sebuah posting Facebook jika penangkapan itu tidak dapat disiarkan karena masalah teknis.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Suu Kyi, 75, berkuasa setelah menang telak dalam pemilihan umum tahun 2015. Dia menjadi tahanan rumah yang ikut pemilu dan berjuang untuk demokrasi hingga akhirnya menjadi ikon internasional.

(Baca juga: Tim WHO yang Selidiki Asal usul Virus Covid-19 Akan Kunjungi Pasar Huanan di Wuhan)

Namanya “hancur” setelah ratusan ribu Rohingya melarikan diri dari operasi militer ke pengungsian dari negara bagian Rakhine barat Myanmar pada tahun 2017.

Diketahui, Parlemen akan mulai duduk di sana pada Senin setelah pemilihan November NLD menang telak.

NLD menang telak dalam pemilihan November lalu, mengalahkan partai pro-militer.

Militer Myanmar telah mengatakan akan melindungi dan mematuhi konstitusi dan bertindak sesuai dengan hukum setelah komentar awal pekan ini telah menimbulkan kekhawatiran akan kudeta.

Komisi pemilihan Myanmar telah menolak tuduhan militer atas kecurangan suara, dengan mengatakan tidak ada kesalahan yang cukup besar untuk mempengaruhi kredibilitas pemungutan suara.

Konstitusi memiliki 25% kursi di parlemen untuk militer dan kontrol dari tiga kementerian utama dalam pemerintahan Suu Kyi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini