Kudeta Militer di Myanmar, 500 WNI dalam Keadaan Baik dan Aman

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 01 Februari 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 18 2354369 kudeta-militer-di-myanmar-500-wni-dalam-keadaan-baik-dan-aman-CqHvdhNOWQ.jpg Tentara Myanmar terlihat berjaga di Yangon, 1 Februari 2021. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan warga negara Indonesia (WNI) di Myanmar dalam keadaan baik dan aman menyusul kudeta militer yang terjadi di negara itu.

Sebagaimana diberitakan, militer Myanmar mengambil alih pemerintahan setelah menahan pemimpin demokratik Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat, termasuk presiden Win Myint dalam penggerebekan pada Senin (1/2/2021) dini hari. Militer kemudian mengumumkan keadaan darurat di Myanmar selama satu tahun.

BACA JUGA: Kudeta Militer Myanmar, Wapres Myint Swe Diangkat Jadi Pejabat Presiden

Dalam situasi ini, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan WNI di Myanmar dalam keadaan aman.

“Jumlah WNI di Myanmar sekitar 500 orang. Kondisi mereka saat ini dalam keadaan baik dan aman. Mayoritas WNI bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen, dan ABK,” kata Judha Nugraha melalui pesan singkat kepada media, Senin.

“KBRI telah berikan imbauan kepada masyarakat dan menghubungi simpul-simpul komunitas masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan menghubungi hotline KBRI jika menghadapi masalah.”

Pengambil alihan kekuasaan di Myanmar  terjadi di saat pemerintahan sipil yang dipimpin Suu Kyi berselisih dengan militer. Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, militer Myanmar mengatakan Suu Kyi ditahan terkait dugaan “kecurangan pemilu”.

BACA JUGA: Dunia Internasional Bereaksi atas Penangkapan Aung San Suu Kyi, AS Ancam Jatuhkan Sanksi

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan keprihatinannya akan situasi politik yang saat ini terjadi di Myanmar. Indonesia meminta semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan dialog untuk mencari jalan keluar.

Menyusul kudeta tersebut, beberapa negara telah menyampaikan kecaman keras, termasuk Amerika Serikat (AS), yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Myanmar. Sementara itu Pemerintah Australia menuntut militer Myanmar untuk segera membebaskan Aung San Suu Kyi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini