Viral Emak-Emak dengan Santai Curi 10 Pakaian, Aksinya Terekam CCTV

Hana Purwadi, iNews · Senin 01 Februari 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 519 2354456 viral-emak-emak-dengan-santai-curi-10-pakaian-aksinya-terekam-cctv-NZAnpTahmm.jpg Viral emak-emak curi pakaian (Foto: Media sosial/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO - Viral di media sosial aksi emak-emak mencuri pakaian terekam kamera pengawas atau CCTV. Video berdurasi 2.01 menit seorang emak-emak usia sekitar 50 tahun dengan santainya mengambil pakaian dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Dalam postingan akun Facebook Nabila Nabil memberi keterangan kejadian tersebut terjadi di area toko pakaian di Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Minggu 31 Januari 2021 dan kini sudah dilihat dan dikomentari ratusan netizen.

Baca Juga:  Sentil Penguasa, SBY Disemprot Netizen soal Kasus Hambalang

Berbagai macam komentar netizen tentang aksi tersebut, dan menduga emak-emak tersebut sudah sering melakukan aksi serupa karena dalam aksinya pencurian tersebut dilakukan dengan santai dan berpura pura membeli, dan begitu suasana aman barang yang diincar dimasukan kedalam kantong plastik, kemudian pelaku keluar.

Pemilik toko yang enggan disebut namanya, mengatakan, sekitar 10 pakaian yang diambil oleh pelaku, dan aksi tersebut diikhlaskan tidak dilaporkan ke polisi. " 10 pakaian yang diambil, tetapi biarlah saya ikhlaskan, pelakunya ibu tua, kasihan, " Katanya, Senin (1/2/2021).,

Baca Juga:  Viral Video Pembalap Liar Tabrak 2 Pengendara Motor di Jember

Sementara itu , Kapolsek leces AKP Mukhamad Gandi menjelaskan terkait aksi pencurian viral di media sosial, polisi masih belum bisa memastikan kebenaran postingan tersebut, karena hingga saat ini belum ada satu orangpun yang merasa kehilangan dan melaporkan ke polsek.

" Masih belum bisa dipastikan kebenarannya, karena tidak ada orang yang mengaku kehilangan dan melapor ke mapolsek," ujar Gandi.

Bisa saja, lanjut Gandi, aksi tersebut diselesaikan secara kekeluargaan mengingat kerugian tidak begitu besar. "Bisa saja diselesaikan secara kekeluargaan, karena faktor kemanusiaan," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini