Sekitar 20-an polisi anti huru-hara berusaha membubarkan protes itu dan bentrok dengan penyelenggara yang merupakan bagian dari gerakan demokrasi di kerajaan itu.
Seorang juru bicara polisi mengatakan beberapa orang ditahan untuk diinterogasi setelah demonstran melempari batu dan bom asap.
Perdana menteri Thailand, mantan panglima militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta pada 2014, belum berkomentar mengenai pemberontakan di Myanmar. Namun, orang keduanya, Prawit Wongsuwan, mengatakan itu merupakan "urusan domestik."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tanee Sangrat mengatakan kepada wartawan bahwa Thailand berharap "situasi sekarang ini bisa diatasi dengan damai dan segera kembali normal."
Ada lebih dari sejuta pekerja migran Myanmar di Thailand, menurut angka resmi, tapi jumlah pastinya diyakini jauh lebih tinggi.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.