Kudeta Myanmar, Militer Copot 24 Menteri dan Deputi, Tunjuk 11 Pengganti di Pemerintahan Baru

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 02 Februari 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 18 2354852 kudeta-myanmar-militer-copot-24-menteri-dan-deputi-tunjuk-11-pengganti-di-pemerintahan-baru-kXgdqwMIDg.jpg Panglima Milietr Myanmar Min Aung Hlaing (Foto: Reuters)

YANGON: Militer Myanmar mencopot 24 menteri dan deputi masa pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Mereka menunjuk 11 pengganti dalam pemerintahan barunya setelah merebut kekuasaan dalam kudeta. Termasuk penunjukan baru dalam portofolio untuk keuangan, kesehatan, informasi, urusan luar negeri, pertahanan, perbatasan dan dalam negeri.

Keputusan ini diumumkan melalui Myawadday TV yang dikelola militer.

Diketahui, Militer merebut kekuasaan pada Senin (1/1) melalui aksi kudet, menahan Aung San Suu Kyi bersama dengan para pemimpin lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam penggerebekan dini hari.

Militer mengklaim penangkapan ini sebagai tanggapan atas "kecurangan pemilu" dan menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing. Militer juga memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun.

(Baca juga: Membludaknya Permintaan, Bayer Akan Produksi Vaksin Baru Covid-19)

Militer mengatakan Min Aung Hlaing telah berjanji untuk mempraktikkan "sistem demokrasi multi-partai yang berkembang dengan disiplin yang tulus".

Dia menjanjikan pemilihan yang bebas dan adil dan penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang.

Juru bicara NLD Myo Nyunt mengatakan Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya ditangkap pada dini hari.

Sebuah video yang diposting ke Facebook oleh seorang anggota parlemen menunjukkan penangkapan anggota parlemen daerah Pa Pa Han. Dalam video tersebut, suaminya terlihatmemohon dengan pria berpakaian militer berdiri di luar gerbang. Seorang anak kecil terlihat menempel di dadanya dan meratap.

(Baca juga: Berterimakasih Keluarganya Terlindungi Saat Perang Dunia II, Pria Ini Beri Warisan Rp34 M ke Penduduk Desa)

Sambungan telepon dan internet di ibu kota Naypyitaw dan pusat komersial utama Yangon terputus dan televisi pemerintah mati setelah para pemimpin NLD ditahan.

Pasukan dan polisi anti huru hara juga diperketak di Yangon. Para penduduk bergegas ke pasar untuk membeli persediaan dan yang lainnya berbaris di ATM untuk mengambil uang tunai. Bank kemudian menangguhkan layanan karena koneksi Internet yang buruk tetapi akan buka kembali mulai Selasa (2/1).

Perusahaan asing, dari raksasa ritel Jepang Aeon hingga perusahaan perdagangan Korea Selatan POSCO International dan Telenor Norwegia, bergegas untuk menghubungi anggota staf di Myanmar dan mencermati kondisi di sana.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini