Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBB Khawatir Kudeta Militer Perburuk Nasib Warga Rohingya di Myanmar

Antara , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |14:20 WIB
PBB Khawatir Kudeta Militer Perburuk Nasib Warga Rohingya di Myanmar
Foto: Reuters.
A
A
A

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kudeta di Myanmar akan memperburuk situasi yang dihadapi sekira 600.000 warga Muslim Rohingya yang masih berada di negara itu.

"Ada sekitar 600.000 warga Rohingya yang berada di Negara Bagian Rakhine, termasuk 120.000 orang yang secara efektif dikurung di kamp, mereka tidak dapat bergerak bebas dan memiliki akses yang sangat terbatas ke layanan kesehatan dan pendidikan dasar," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA: Rohingya Sambut Gembira Penangkapan Suu Kyi

Tindakan keras militer pada 2017 di Negara Bagian Rakhine memaksa lebih dari 700.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, tempat mereka masih terdampar di kamp-kamp pengungsi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan negara-negara Barat menuduh militer Myanmar melakukan pembersihan etnis, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Myanmar.

"Jadi ketakutan kami adalah bahwa peristiwa tersebut dapat memperburuk situasi bagi mereka (warga Rohingya)," ujar Dujarric.

Untuk itu, Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara berencana membahas Myanmar dalam pertemuan tertutup pada Selasa (2/2/2021), kata para diplomat.

"Kami ingin mengatasi ancaman jangka panjang terhadap perdamaian dan keamanan, tentu saja bekerja sama erat dengan tetangga Myanmar di Asia dan ASEAN," ujar Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward, yang sekaligus presiden dewan untuk bulan Februari.

BACA JUGA: Kudeta Militer di Myanmar, Warga Berduyun-duyun Datangi ATM hingga Toko Sembako

China, yang didukung oleh Rusia, melindungi Myanmar dari tindakan dewan yang signifikan setelah penumpasan militer pada 2017. Beijing dan Moskow adalah kekuatan veto dewan bersama dengan Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Perwakilan China di PBB mengatakan bahwa mereka berharap untuk mengetahui lebih banyak tentang perkembangan terbaru di Myanmar dari pertemuan Dewan Keamanan pada Selasa.

"Kami juga berharap bahwa setiap langkah Dewan akan kondusif bagi stabilitas Myanmar daripada membuat situasi menjadi lebih rumit," kata seorang juru bicara Perwakilan China untuk PBB.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement