Kudeta Militer di Myanmar, Warga Berduyun-duyun Datangi ATM hingga Toko Sembako

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 01 Februari 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 18 2354534 kudeta-militer-di-myanmar-warga-berduyun-duyun-datangi-atm-hingga-toko-sembako-DMcRfkJjdb.jpg Warga Myanmar saat mengantre di sejumlah toko pasca Kudeta Militer (foto: Rina/WNI di Myanmar)

MYANMAR - Sejumlah warga berduyun-duyun memadati anjungan tunai mandiri (ATM), supermarket, dan toko sembako, gegara adanya kudeta militer di Myanmar.

"Saya bicara dengan dengan beberapa orang yang juga antre di depan bank. Mereka mengatakan, 'kami sangat tidak bahagia pagi ini kenapa sampai terjadi seperti ini," kata Rina, warga Indonesia yang tinggal di pinggiran kota Yangon, Myanmar.

"Tadi pagi saya sempat keluar untuk tarik uang dari ATM. Walau di jalan-jalan terlihat cukup tenang, antrean panjang sekali," tutur Rina.

 Baca juga: Ditahan, Suu Kyi Serukan Publik Gelar Protes Tolak Kudeta Militer Myanmar

Supermarket, dan juga apotek dan juga warung-warung kecil yang jual beras dan minyak itu semua antrenya panjang sekali.

"Warga nampaknya mengalami kepanikan untuk membeli barang-barang (panic buying), karena kekhawatiran jalan-jalan akan ditutup," sambungnya.

Baca juga:  Kudeta Militer di Myanmar, 500 WNI dalam Keadaan Baik dan Aman

Di wilayah tersebut belum terlihat ada pengerahan tentara di jalan-jalan. Namun, saya tidak tahu situasinya di pusat kota.

"Jalan dari kota menuju bandara Yangon International Airport sudah ditutup sejak pukul delapan pagi. Saya kebetulan tinggal di dekat bandara," katanya.

TV dan Radio sudah dipadamkan. Internet lewat operator sudah tidak bisa digunakan. Saya hanya bisa mengakses internet dari jaringan wilayah lokal nirkabel (wifi) rumah, dan tidak tahu sampai kapan internetnya bisa diakses.

Seluruh warga saat ini diperintahkan untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Pihak NLD sudah mengeluarkan pernyataan yang meminta warga untuk tetap tenang, dan mereka akan mencoba negosisasi.

(Seperti dituturkan kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, melalui sambungan aplikasi telepon Whatsapp, Senin, sekitar pukul 12.00 WIB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini