Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diisukan Kudeta Demokrat, Mahfud MD: Wah Mengagetkan, Terpikir Saja Tidak

Riezky Maulana , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |10:22 WIB
Diisukan Kudeta Demokrat, Mahfud MD: Wah Mengagetkan, Terpikir Saja Tidak
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meluruskan kabar yang beredar ihwal keterlibatannya dan beberapa menteri lain terkait isu mengkudeta Partai Demokrat (PD). Menurutnya, sama sekali tidak pernah ada restu yang diberikan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait hal tersebut.

Dia menjelaskan, saat mendengar kabar tersebut dirinya mengaku kaget. Menurutnya, terpikir untuk melakukan kudeta saja tidak pernah, apalagi sampai melakukan. Klarifikasi itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Selasa (2/2/2021).

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain, terpikir saja tidak, apalagi merestui," tuturnya.

Baca Juga:  Harlah NU, Sekjen Muhammadiyah Ternyata Fasih dalam Tahlilan dan Bersalawat Badar

Dia menjelaskan, di era demokrasi yang serba terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti saat ini akan sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar bisa dikudeta. Menurutnya, jabatan yang dia emban sekarang tak dapat memberikan restu untuk melakukan kudeta seperti yang santer dikabarkan.

"Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yabg penting internal PD sendiri solid," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers terkait dengan kondisi Indonesia terkini, khususnya hal penting yang menyangkut masalah Partai Demokrat. Hal ini disampaikannya sesuai rapat pimpinan (Rapim) DPP Partai Demokrat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement