Tim WHO yang Selidiki Asal Usul Covid-19 Mengklaim Miliki Data yang Belum Pernah Dilihat Orang Lain

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 04 Februari 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 18 2356201 tim-who-yang-selidiki-asal-usul-covid-19-miliki-data-khusus-yang-belum-pernah-dilihat-orang-lain-yNzGPC7t1q.jpg Tim WHO tiba di Institute of Virology, Wuhan (Foto: Reuters)

CHINA - Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki wabah Covid-19 di China mengatakan mereka telah diberi data khusus yang belum pernah ada yang melihat sebelumnya.

Dr Peter Daszak, ahli zoologi Inggris di tim WHO, mengatakan tadi malam jika China sedang bersikap terbuka dengan mereka dan memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi ke mana pun bukti mengarah.

“Mereka berbagi data dengan kami yang belum pernah kami lihat sebelumnya - yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” terangnya kepada Sky News.

“Mereka berbicara dengan kami secara terbuka tentang setiap jalur yang memungkinkan. Kami benar-benar menuju ke suatu tempat dan saya pikir setiap anggota tim akan mengatakan itu,” lanjutnya.

Tiba di laboratorium pagi ini, dia mengatakan timnya menanti hari yang sangat produktif dan mengajukan semua pertanyaan yang perlu ditanyakan.

(Baca juga: Ini Alasan China Halangi PBB Kecam Kudeta Militer Myanmar)

Para ahli WHO ini diketahui tinggal di dalam Institute of Virology, Wuhan itu selama hampir empat jam pada Rabu (3/2), sebelum pergi tanpa berhenti untuk berbicara dengan media yang menunggu di luar.

Polisi berseragam hitam dan masker wajah berjejer di jalan untuk memisahkan kerumunan wartawan dari mobil.

Menurut Global Times yang dikelola pemerintah, tim tersebut juga mengunjungi lab P4 - laboratorium keamanan maksimum pertama di Asia yang dilengkapi untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) seperti Ebola.

Dr Daszak mengatakan kepada wartawan pada Selasa (2/2) jika misi itu berjalan 'dengan sangat baik', karena kelompok itu dibawa ke pusat pengendalian penyakit hewan.

(Baca juga: Studi: Pandemi Covid-19 Bersihkan Udara Tapi Tingkatkan Suhu Panas Bumi)

“Jika ada data yang mengarah ke hipotesis apa pun, kami akan mengikuti datanya, kami akan mengikuti bukti ke mana ia membawa kami. Jika itu membawa kita ke pasar makanan laut, kita akan mengikutinya di sana,” terangnya.

“Jika itu membawa kita ke peternakan satwa liar atau pasar satwa liar, kita akan pergi ke sana. Jika itu membawa kita ke laboratorium, kita akan pergi ke sana. Semuanya ada di atas meja dan kami tetap berpikiran terbuka,” jelasnya.

Dia mengatakan mereka telah mengunjungi pasar makanan laut Huanan, tempat kasus pertama virus korona muncul, dan mereka 'melihat informasi baru, bagus, dan sangat berharga.

“Kami berada di pasar melihat-lihat sendiri dan mengajukan pertanyaan, kami bertemu dengan manajer pasar, dengan vendor yang bekerja di sana dan orang-orang dari komunitas dan mengajukan pertanyaan kepada mereka,” lanjutnya.

“Kami berbicara dengan orang-orang yang mengumpulkan sampel dari lantai pasar yang kemudian dinyatakan positif. Itulah jenis informasi yang kami peroleh dengan orang yang benar-benar penting,” ungkapnya.

Pada hari Minggu (31/1) tim pergi ke pasar, tempat salah satu kelompok infeksi pertama yang dilaporkan muncul lebih dari setahun yang lalu.

Kemudian mereka mendatangi rumah sakit yang merawat beberapa kasus virus korona pertama.

Kendati demikian, ada keraguan apakah badan PBB ini memiliki kapasitas untuk mengungkap kebenaran lebih dari setahun kemudian.

Partai Komunis seharusnya memberikan ruang lingkup WHO untuk mengeksplorasi bagaimana Covid-19 melompat dari hewan ke manusia - laboratorium kemungkinan titik nol.

Sebagian besar ilmuwan percaya Covid-19 - yang telah membunuh lebih dari dua juta orang di seluruh dunia - berasal dari kelelawar dan dapat ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.

Namun ada juga spekulasi di awal pandemi bahwa virus bisa saja secara tidak sengaja bocor dari laboratorium biosafety di Wuhan, meskipun hanya ada sedikit bukti yang mendukung teori itu.

Sebelumnya, melalui wawancara dengan majalah Scientific American pada Juni 2020, Shi Zhengli, salah satu pakar virus korona kelelawar terkemuka di China dan Wakil Direktur Laboratorium Wuhan, mengatakan awalnya dia cemas tentang apakah virus telah bocor dari fasilitas tersebut.

Tetapi pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan tidak ada urutan gen yang cocok dengan virus yang dipegang oleh laboratorium.

“Saya tidak tidur selama berhari-hari,” ujarnya.

Dia kemudian mengatakan akan 'mempertaruhkan nyawanya” untuk menegaskan jika virus corona baru tidak ada hubungannya dengan laboratorium.

Sementara itu, di Washington, pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump berulang kali menuntut agar laboratorium tersebut diperiksa dan bulan lalu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo merilis intelijen baru tentang fasilitas tersebut.

Di antara berkas tersebut, terdapat klaim bahwa para peneliti di laboratorium jatuh sakit pada musim gugur 2019 dengan gejala yang sesuai dengan Covid-19. Saat itu, para ilmuwan di sana sedang menangani virus korona kelelawar yang 96,2 persen secara genetik mirip dengan virus penyebab Covid-19, dan itu laboratorium itu memiliki hubungan rahasia dengan militer China.

Para ahli telah berulang kali menolak gagasan jika virus itu sengaja diproduksi. Pompeo pun tidak mengatakan Covid-19 sengaja direkayasa atau dirilis dengan sengaja.

Sebaliknya, dia mengatakan kemungkinan itu adalah virus alami yang secara tidak sengaja lolos dari laboratorium melalui protokol keamanan yang ceroboh.

“Infeksi yang tidak disengaja di laboratorium telah menyebabkan beberapa wabah virus sebelumnya di China dan di tempat lain, termasuk wabah SARS tahun 2004 di Beijing yang menginfeksi sembilan orang, menewaskan satu orang," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah dokumen penjelasan.

Pengungkapan paling mengejutkan dalam rilis Pompeo adalah intelijen yang menunjukkan bahwa pekerja di laboratorium Wuhan jatuh sakit dengan 'gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan penyakit musiman umum' pada musim gugur 2019, beberapa bulan sebelum wabah yang lebih luas di Wuhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini